 bekijk
|
07/06/2010 07:52, Jakarta: Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer akan segera mengakhiri tugasnya. Dia mempunyai banyak kesan selama hampir lima tahun bertugas di Tanah Air. Terlebih berbagai persoalan, dari terorisme, Timor Leste, dan Papua kerap mewarnai hubungan kedua negara ini. Ibaratnya, hubungan RI-Australia acapkali digambarkan sebagai hubungan yang bersifat benci tapi rindu. Selalu saja ada kerikil. Namun, kedua negara mampu bersikap dewasa dan menyelesaikan semua persoalan yang ada. Baru-baru ini, Bill Falmer menerima reporter SCTV Juanita Wiratmaja untuk menceritakan suka duka selama bertugas di Indonesia. Berikut petikannya: Bagaimana Anda menjelaskan evolusi hubungan Indonesia dan Australia?Apakah isu seperti Papua, Balibo Five, dan Timor Leste akan mempengaruhi hubungan kedua negara ke depannya? Saya pikir selalu ada potensi munculnya persoalan ini dalam hubungan Indonesia-Australia. Ini sesuatu yang biasa. Kita harus mengatasi persoalan ini dalam konteks positif, saling hormat. Pemerintah kita menunjukkan mereka bisa mengatasi persoalan ini. Papua adalah isu yang dari waktu ke waktu terus menciptakan kesalahpahaman di antara kita. Tapi Traktat Lombok tentang kerja sama pertahanan sangat penting. Dalam komitmen kesepakatan, kedua negara saling menghormati integritas wilayah dan tidak akan mendukung gerakan separatisme. Ini adalah pernyataan penting kedua negara. Artinya Australia dengan sepenuhnya mengakui bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia. Selama bertugas hampir lima tahun, situasi apa yang paling sulit diatasi? Saya bisa katakan, selama saya di sini 98 persen positif. Memang ada perbedaan dari waktu ke waktu. Masa tersulit, secara pribadi, adalah setelah kecelakaan pesawat 2007 di Yogyakarta dan Juli tahun lalu setelah pengeboman Hotel Marriot di Jakarta. Sebab teman kerja dan sahabat kami di kedutaan menjadi korban dalam kedua kasus itu. Hal berat untuk dilalui. Saya tersemangati dengan cara rekan kerja di kedutaan, yang bekerja profesional di masa susah itu dan kerja sama kami secara produktif dan profesional dengan pihak Indonesia, terutama dengan Polri dan organisasi lain. Saya senang, kita bekerja sama dalam berbagai bidang untuk mengurangi resiko keselamatan transportasi. Jadi ada sejumlah kebaikan di balik kejadian yang menyedihkan. Bagaimana melanjutkan dan meningkatkan hubungan yang sudah dicapai? Jadi, sudah ada niatan baik. Ada beberapa bidang yang bisa ditingkatkan, misalnya perdagangan dan investasi bilateral. Kita akan mencari cara meningkatkan hubungan dan sejumlah upaya tengah dilakukan. Anda akan segera meninggalkan Indonesia Juli mendatang. Apa yang akan Anda rindukan dari Indonesia? Saya pasti akan kembali. Saya dan istri saya minggu lalu tinggal di hotel kecil di Yogyakarta. Kami meninggalkan koper penuh pakaian di sana. Kepada hotel kami mengatakan untuk menjaganya, karena kami akan segera kembali. Kami bermaksud menjadikan Indonesia bagian dari hidup kami ke depannya. Apakah Yogya salah satu kota favorit Anda? Ada banyak kota favorit saya. Tapi saya menemukan ada atmosfer tertentu di Kota Yogya dan Solo yang sangat positif. sumber berita:Liputan6.com
| 14-06-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
05/06/2010 10:23, Manokwari: Puluhan warga Jalan Taman Ria Wosi, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (5/6), mengamuk dan menyerang kediaman Gubernur Papua Barat Abraham Aturury. Warga mengamuk setelah melihat kendaraan Avansa berplat merah dengan nomor polisi DS 6941 PB menabrak seorang warga bernama Mama Rumbiak. Saat kejadian korban sedang menjual bensin eceran di pinggir jalan. Warga tambah marah setelah mengetahui sang penabrak adalah anak mantan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat yang sedang mabuk saat mengendarai kendaraan tersebut. Massa mendobrak pintu gerbang dan merusak sejumlah pot bunga serta melempar rumah gubernur dengan batu. Tak hanya itu, warga juga menghancurkan mobil yang menabrak ibu tersebut. Reporter SCTV yang tengah meliput di lokasi kejadian sempat dikejar dan dilempari massa dengan batu. Aparat kepolisian yang berada di lokasi kejadian tidak bisa berbuat banyak karena massa semakin emosi. Keadaan mulai bisa dikendalikan setelah petugas menurunkan empat truk Brimob Kompi Detasemen C. Hingga berita ini disusun, sejumlah polisi masih berada di lokasi dan sedang bernegosiasi dengan warga. Sementara itu, korban sampai sekarang masih berada di RSUD Manokwari.(IAN). sumber berita: Liputan6.com (Nico Pattipawae )
| 14-06-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
Den haag, Wat is Vrijheid? Op woensdag 5 mei werd door heel Nederland de bevrijding van de duitse bezetting gevierd. Free West Papua Campaign (NL) heeft van de gelegenheid gebruik gemaakt om mensen te informeren over de situatie in West Papua en de vrijheidstrijd in West Papua. We hebben van 13:00 t/m 17:00 uur op Plein in Den Haag gestaan. bron:WSPCNL
| 08-05-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
22/04/2010 16:41, Manokwari: Unjuk rasa puluhan massa yang tergabung dalam Otoritas Nasional Papua Barat (ONPB) di depan GOR Sanggeng, Manokwari, Papua Barat, Kamis (22/4), berakhir ricuh. Polisi membubarkan pengunjuk rasa secara paksa dan menangkap Koordinator demo markus, Yenu, yang adalah Gubernur Otorita Nasional Papua Barat dan beberapa pendemo lain. Polisi juga menyita sejumlah atribut spanduk berlambang bendera bintang kejora. Di tempat berbeda, polisi membubarkan pula puluhan mahasiswa Universitas Negeri Papua yang menggelar aksi long march di Jalan Yos Sudarso, Sanggeng. Tepat di jalan itu massa langsung dicegat satuan Dalmas Polres Manokwari, dibantu anggota Brimob Kompi Detasmen C. Massa yang terkejut langsung berlari dari sergapan petugas. Beberapa pendemo yang tidak sempat melarikan diri ditahan. .Dalam aksinya kelompok ONPB yang didukung oleh sebagian mahasiswa Universitas Negeri Papua ini menuntut agar pemerintah segera melakukan dialog nasional engan kelompok ONPB. Kapolres Manokwari hingga saat ini masih melakukan negosiasi dengan Presiden Nasional Kongres Otorita Nasional Papua Barat, Terianus Yoku.(PAG/YUS). sumber berita: Liputan6.com (Nico Pattipawae )
| 01-05-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
14 April 2010 20:14 WIB, Puncak Jaya: Aksi penembakan oleh kelompok separatis di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, kembali terjadi. Yang diserang kali ini adalah kendaraan karyawan PT Moderen Widya Technical. Akibatnya, tiga orang tewas dan satu lainnya luka-luka. Penyerangan terjadi di Kampung Kaome, Distrik Meluk, Kabupaten Puncak Jaya, Rabu (14/4) siang sekitar pukul 11.00 WIT. Kelompok bersenjata tiba-tiba menyerang kendaraan yang ditumpangi karyawan PT Modern. Pelaku juga membakar sejumlah kendaraan milik PT Modern yang sedang membangun Jalan Trans Papua. Akibat penyerangan ini, tiga karyawan, masing-masing M Abdullah, Helimus Ramanday dan Hansling Setya, tewas di lokasi kejadian. Sedangkan seorang korban lainnya, Paingot Sirait, berhasil menyelamatkan diri. Namun, Paingot mengalami luka serius. Satuan polisi dari Kepolisian Resor Puncak Jaya dan Brigade Mobil yang tiba di lokasi, menemukan setidaknya tujuh selongsong peluru. Mereka juga menemukan pesan singkat yang menyatakan "Tabuni yang bikin balas". Ketiga korban tewas dan luka segera diterbangkan ke Jayapura. Sedangkan Paingot kini dirawat di Rumah Sakit Dok 2 Jayapura.(DSY).sumber berita: Metrotvnews.com
| 15-04-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
22 Maret 2010 14:01 WIB, Manokwari: Ratusan orang dari Otoritas Nasional Papua Barat berunjuk rasa mengecam pemerintah pusat. Mereka menilai, otonomi khusus selama delapan tahun ini tidak membuahkan hasil. Massa longmars dari depan Gedung Olahraga Sanggeng, Papua, menuju Kantor DPRD Papua Barat, Jalan Siliwangi, Senin (22/3). Massa duduk di jalan hingga menimbulkan kemacetan. Dalam aksinya, massa juga menolak rencana dialog pemerintah pusat dengan rakyat setempat. Koordinator aksi Zeth Wambrau mengatakan, dialog yang diinginkan adalah dengan melibatkan dunia internasional. Seperti halnya, ketika Papua masuk Indonesia pada 1969. Selain itu, DPRD Papua Barat didesak memfasilitasi pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Juni. Aksi dikawal Kepolisian Resor Manokwari. Massa berhasil berdialog dengan perwakilan anggota DPRD setempat. Setelah itu, mereka membubarkan diri. sumber berita:Metrotvnews.com
| 23-03-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
22 Maret 2010 17:15 WIB, Jayapura: Polisi membubarkan paksa demo referendum Komite Nasional Papua Barat, di Expo Waena, Jayapura, Papua, Senin (22/3) pagi. Dipimpin Kepala Satuan Samapta Ajun Komisaris Polisi Arnoles Korwa, polisi melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan paksa unjuk rasa. Polisi juga menangkap pengunjuk rasa karena tidak mengantongi surat izin dari kepolisian. Polisi mengejar pengunjuk rasa yang berusaha melarikan diri, sambil melepaskan tembakan ke udara. Kompleks Expo Waena selama ini dikenal sebagai daerah rawan, yang sering digunakan sebagai basis pertahanan oknum Organisasi Papua Merdeka. Hingga kini suasana di Expo Waena belum kondusif. Polisi masih terus mengejar para pengunjuk rasa.(RIZ).sumber berita:Metrotvnews.com
| 23-03-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
22/03/2010 13:21, Jayapura: Karena tidak mengantongi izin, unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat di Jayapura, baru-baru ini, berakhir ricuh. Para pendemo sempat bertindak anarkis sebelum akhirnya dibubarkan polisi. Para mahasiswa menuntut pemerintah pusat dan daerah memberi kebebasan pada masyarakat untuk menentukan nasib sendiri. Termasuk, menyelesaikan sejumlah kasus hak asasi manusia di Papua. Sebanyak 15 orang ditahan dalam demonstrasi ini.(WIL/ANS),sumber berita:Tim Liputan 6 SCTV
| 23-03-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
17/03/2010 22:22,Jakarta: Rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia terus menuai pro dan kontra. Hari ini (17/3), puluhan masyarakat Papua berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar AS di Jakarta dan menyatakan dukungan untuk kedatangan Obama. Menurut masyarakat Papua itu, mereka ingin menyampaikan aspirasi dan menyerahkan surat perihal keluhan masyarakat Papua termasuk kondisi pertambangan Freeport saat ini. Dalam aksinya, massa juga meminta masyarakat Indonesia jangan menolak kedatangan Obama karena akan merugikan bangsa Indonesia. Apalagi Obama juga pernah tinggal di Menteng, Jakarta.(TES/AYB). sumber berita: Liputan6.com, oleh Albert Ade dan Rico Anggara
| 18-03-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
'Forgotten Bird of Paradise' trailer - undercover documentary on West Papua independence movement. Trailer from the undercover documentary 'Forgotten Bird of Paradise'. The film provides a rare and moving insight into the West Papuan peoples long struggle for freedom from Indonesian rule. The film includes interviews with human rights victims of the Indonesian regime, never before seen footage of freedom fighters at one of their remote camps, as well as footage from the launch of International Parliamentarians for West Papua. Copies of the full documentary are available on DVD at: dancingturtle.co.uk/shop/forgottenbirdofparadise.php. by Claudio von Planta
| 27-02-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
Abepura Riots - 16 March 2006 - extremely violent! This footage was smuggled out of Indonesia by West Papua independence activists. The videos were shot on the 16th of March 2006 in Abepura outside Jayapura at the Cenderawasih University. It shows extremely violent clashes between Papuan students and Indonesian police forces. It was the last of 3 months of protests taking place all over West Papua and in Jakarta, calling for the closure of the American owned Freeport-McMoran copper mine at Tembagapura and Timika. The protest focused on environmental destruction and human rights violations carried out by Freeport funded Indonesian security forces. The students were sparked into protesting by an incident in January 2006 when 2 Papuans were shot dead whilst panning for gold in their own ancestral land but in a river running through the Freeport mining area. The protest turned into a battle. 4 Indonesian policemen got stoned to death and many more got injured. Several Papuans were shot at and many were wounded and arrested. The night of the 16th, the Indonesian military blockaded the University and came in with tanks and shot at students, forcing them to flee into the hills and go into hiding. 47 students hid in the jungle for 3 months. In 2009, 14 people are still in prison and 1 has died in prison. 20 people are still refugees in PNG (Papua New Guinea). by Claudio von Planta
| 27-02-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
Pride of warriors, With strictly limited international media access to West Papua, Australian filmmaker Jono van Hest decided that he wanted to help West Papuans tell their own stories. Programmes WITNESS My first encounter with West Papua came with the arrival of 43 refugees in Australia in 2006. They had built and manoeuvred a traditional wooden canoe from their homeland 250km away. They became arguably Australia's most famous group of refugees, causing a political row that eventually saw Indonesia withdraw their ambassador to Australia. When the 43 were granted temporary protection they all came to settle in Melbourne, and over time I got to know some of them quite well. For me it was fascinating to hear stories of their journey but also of the country they had left behind. Most of the Papuans in the group were linked to the West Papuan independence struggle, and all of them had legitimate reasons to fear persecution if they ever returned to Indonesia. Yet even in Australia, one of West Papua's closest neighbours, not much was known about what was happening there. Telling their story: One day Herman Wainggai, the leader of the group of refugees, showed me a video tape. It contained footage that he had filmed on their journey to Australia. For me, as a filmmaker, it was also what ultimately prompted me to make this film. It gave me the idea that instead of being in West Papua myself, I could get local people to be my eyes on the ground, documenting events I could never gain access to. I just had to provide them with a means to do so. So I decided to try and help the West Papuans tell their stories by giving them the tools to do so - video cameras. With a good friend I put together a series of camera kits and, totally unsure of what to expect, set off for West Papua. The feeling of being there is hard to describe. It could be summarised as the cultural experience of a lifetime, Melanesia with a hint of Asian flair, overshadowed by fear and mistrust that permeated every facet of society - Indonesian and West Papuan alike. As I was travelling I had to report my movements regularly to the local Indonesian police intelligence officers. Most rural roads were dotted with military checkpoints, with many areas closed off completely - even for local Papuan villagers. As I was interested in the resistance movement, I had to meet many of the West Papuans amidst much secrecy, under the cover of darkness, in cars with tinted windows, or at random safe houses. The majority of people I spoke to had personal stories of intimidation and persecution to tell and often I received messages that people I had been seen talking to had been interrogated about me. The kidnapping and torture of Yane Waromi: On this first of two trips to West Papua, I met Edison Waromi and his family. Edison had close connections to the 43 Papuans in Australia. He is also one of the key political figures of the West Papuan independence movement. Leaving a camera with him was mainly a gesture of respect and he offered to lend the camera to some of the student groups active in Jayapura. Never did I expect something as shocking as the kidnapping of his daughter Yane to happen, or that the family would capture the aftermath on camera. I was in West Papua on my second trip when I received the message about the brutal abduction. When I came back to Jayapura, I visited the family. Seeing Yane that day is still one of the most traumatic memories for me. I hope that given time her scars will heal, and I am deeply grateful to her that she made the painful choice of agreeing for me to tell her story. Edison Waromi believes his daughter was abducted because of his political beliefs and the fact that he refuses to be silenced in his call for independence is testimony to the determination and desperation that many West Papuans feel. The cultural struggle of Matias Bunai: While these events were unfolding in Jayapura, I was in the highlands meeting up with a contact who filmed the Pugodide villagers and their chief, Matias Bunai. Sitting in a small mountain hut, with five Papuans crowded around, they told me of their dream to fight against the loss of their culture, and to use their culture to fight back against what they see as Indonesian imperialism unjustly forced upon them. Sitting there with these village men, proudly watching the video of them ceremoniously butchering a pig and wearing nothing but their penis gourds, really personified the contrasts between West Papuan and Indonesian society - societies whose values are worlds apart but which have somehow been thrust together by the process of de-colonisation and forced to coexist. However for Matias Bunai and his people time is running out. Far removed from the decisions made on the world political stage, for them it is a matter of stopping their tribe's culture and their language from literally becoming extinct. The guerilla struggle of General Tadius Yogi: The story of Tadius Yogi also takes place in the vast central highlands. He is one of the commanders of the OPM-TPN, the West Papuan resistance army. Active since the 1960s when the Indonesian military first landed in the region, they have led a small but persistent guerrilla campaign for independence. For years Indonesia had completely closed off the region due to extensive military campaigns against him. My first impression visiting Yogi and his fighters was overwhelmingly one of awe. Awe at the mixture of military and traditional warrior dress, at their passion and determination and the pride they placed on their ceremonies and parades. On second inspection however it became strikingly obvious how under-resourced and ill-equipped they really were. As Yogi says: "Since the time we fought for independence we have just used traditional weapons - spears, bows and arrows, bush knives and axes. But this is not equal to the modern weapons the military use." I was encouraged by the sense of importance they placed on actually meeting me and they had a deeper and more important new message to communicate. The rebels were prepared to call a truce in return for peace. Levina Bisay's dance: I first heard about the dance performed by the Sampari dance group when I visited a family on Biak island, during my second trip to West Papua. After that I noticed photographs of Levina Bisay, the dancer from Sampari who caused a sensation when she held up the banned West Papuan Morning Star flag, in living rooms across West Papua. So when I got to Manokwari, the home town of Sampari, I asked about her. She reluctantly agreed to meet me. Late one evening I was picked up by a car and taken to meet Levina and the group's choreographer, Noak Baransano. They told me about their dance, about their desire to have the freedom to creatively express themselves through performance. The dance was about a massacre that had occurred on Biak, and about a little boy learning that his father had been killed. They performed the dance in front of an emotional gathering of indigenous West Papuan leaders, and the Indonesian press made it front page news. The dancers were immediately branded as separatists, a serious crime for anyone in Indonesia. Both Levina and Noak were repeatedly interrogated and threatened by the police after the dance, each pressured to speak out against the other. For me it was incomprehensible that something as innocent as a dance performance, a creative cultural expression, could be seen as a crime. During my time in West Papua I travelled from the westernmost tip close to Indonesia proper to the eastern border to Papua New Guinea, from the coastal mangrove swamps in the south to the magnificent central highland valleys and the tropical islands to the north. For the West Papuans I met it is a clear argument. They feel they have been wrongly occupied by Indonesia and they want the international community to help them gain an independent future on peaceful terms. The Indonesian government was asked to comment on claims that West Papuans continue to be persecuted under Indonesian rule but they declined. By Jono van Hest ( ALJAZEERA )
| 17-02-10 |
|
 |
|
|
![26 January 2010, European Members of Parliament are supporting the West Papuan call for Independence from Indonesia who invaded the Western part of New Guinea in 1963. ipwp.org is a growing network of 'International Parliamentarians for West Papua' who are opposing the Indonesian colonisation of the Papua land. They are lobbying for a referendum on West Papuan self-determination. by Claudio von Planta [www.vimeo.com]](getThumb.php?cid=AOWtLEQe87zobhmgw9ZOq) bekijk
|
26 January 2010, European Members of Parliament are supporting the West Papuan call for Independence from Indonesia who invaded the Western part of New Guinea in 1963. ipwp.org is a growing network of 'International Parliamentarians for West Papua' who are opposing the Indonesian colonisation of the Papua land. They are lobbying for a referendum on West Papuan self-determination. by Claudio von Planta [www.vimeo.com]
| 01-02-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
26-01-2010, Brussel. Melinda Janki, Co-Chair of International Lawyers for West Papua, added: West Papuas legal right to self-determination was violated in 1969 in the so-called Act of Free choice. All we ask is that Indonesia and the rest of the world respect the rule of law and allow West Papua to freely exercise their right to self-determination.
| 30-01-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
26-01-2010, Brussel. Caroline Lucas, who is also the leader of the Green Party of England and Wales, is a long time supporter of the campaign for the peaceful independence of West Papua from Indonesia – and for the right of self-determination for its people. She commented: “It is important that the plight of the West Papuan people gains more recognition in the EU – and I hope that this launch event has helped shine more of a spotlight on their continued struggle for self-determination. “Tens of thousands of Indonesian troops are currently stationed in West Papua, with systematic human rights abuses including arbitrary detention, rape, torture, beatings in custody and extra-judicial killing commonly reported. “The EU must put pressure on Indonesia to end its curbs on the freedom of journalists and human rights observers, withdraw its military presence from West Papua, and engage in dialogue with the West Papuan leaders." Benny Wenda, exiled West Papuan leader and chair of Koteka Tribal Assembly, said: “I bring the voice of the West Papuan people to the European Parliament, which is an important and significant first step. The voice of the West Papuans has never been heard before at EU level.” Melinda Janki, Co-Chair of International Lawyers for West Papua, added: “West Papua’s legal right to self-determination was violated in 1969 in the so-called Act of Free choice. All we ask is that Indonesia and the rest of the world respect the rule of law and allow West Papua to freely exercise their right to self-determination.” Key aims of the IPWP group, which successfully launched in the British parliament in 2008, include: - Lobbying for a new act of self-determination in accordance with international law in which indigenous West Papuans are freely allowed to choose their international status - Calling for and supporting the immediate removal of Indonesian troops from West Papua.- Calling for an international peacekeeping force for West Papua under the authority of the United Nations .- Requesting their governments to stop all arms sales to Indonesia until Indonesian troops in West Papua have been replaced by a peacekeeping force.
| 28-01-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
27 Januari 2010 16:02 WIB, Manokwari: Ratusan orang yang tergabung dalam West Papua National Authority (Otoritas Nasional Papua Barat) berunjuk rasa mengecam pemerintah pusat. Pelaksanaan otonomi khusus di Papua yang telah berlangsung delapan tahun dinilai tidak memberi kesejahteraan bagi warga setempat. Demonstran juga menolak rencana dialog antara pemerintah pusat dan rakyat Papua terkait penyelesaian persoalan di wilayah tersebut. Solusi yang ditawarkan adalah dialog dengan melibatkan pihak internasional sebagaimana masuknya Papua ke dalam Negara Kesatuan RI pada 1969. Unjuk rasa berlangsung di Jalan Yos Sudarso, Sanggeng, Kota Manokwari. Aksi berjalan selama dua jam. Sejumlah toko tutup, karena khawatir ada aksi anarkis. Semula aksi direncanakan dari Gedung Olahraga Sanggeng dan berakhir di Kantor Gubernur Papua Barat, Jalan Siliwangi. Namun, karena dihadang polisi, pengunjuk rasa berorasi di lapangan penerangan dengan kawalan ketat polisi.(BEY).sumber berita:MetroTV (Metrotvnews.com)
| 27-01-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
25 Januari 2010 20:13 WIB, Timika: Dewan Adat Papua meminta TNI dan Polri ditarik dari kawasan PT Freeport, Tembagapura, Papua. Tujuannya memastikan apakah Organisasi Papua Merdeka merupakan dalang dari insiden penembakan di areal pertambangan Freeport. Ketua Dewan Adat Papua, Forkorus Yoboisembut, membantah kalau dalang dari penembakan adalah anggota OPM. Ini disampaikan Forkorus di sela peringatan 10 tahun pergantian nama Irianjaya menjadi Papua di Timika, Papua, Senin (25/1). Menurut Forkorus, selama ini TNI dan Polri menuding otak penembakan adalah almarhum Panglima OPM Kelly Kwalik. Setelah Kelly meninggal, ternyata teror penembakan berlanjut. Karena itu, Dewan Adat Papua merasa perlu membuktikan. Pembuktian dilakukan dengan menarik mundur pasukan TNI dan Polri. Apabila penembakan berlanjut, bisa dipastikan otak insiden di Freeport adalah OPM di Timika. Namun, pembuktian akan sulit jika petugas masih berjaga di Timika.(****). sumber berita:MetroTV (Metrotvnews.com)
| 25-01-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
Nov 11, 2009, 22:06,PNG. International Parliamentarians for West Papua Papua New Guinea Chapter Launched on 7th November 2009. The official launch of the International Parliamentarians for West Papua PNG Chapter took place at the University of Papua New Guinea on the 7th November 2009. Hosted by the Governor of the National Capital District Powes Parkop MP and deputy governor of Western Province Mr Buka Kondra MP the day was a huge success. The main aim of the International Parliamentarians for West Papua is to advocate for and to ensure that the people of West Papua exercise their fundamental rights to self determination. The event was attended by Benny Wenda, founder of the Free West Papua Campaign and West Papuan leader living in exile in the UK. Supporting statements were read out from MPs from around the world and lawyers from the group International Lawyers for West Papua. By Free West papua Campaign ( you tube )
| 24-01-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
29 november 2009, PNG, The main purpose of the International Parliamentarians for West Papua is to advocate for and ensure that our people of West Papua exercise their fundamental rights to self determination, a right recognized globally and enshrined in the United Nations founding Charter and in the preamble of the United Nation Human Rights Charter. The right to self determination is recognized globally as a fundamental right to be exercise by people of the world. It is also recognized as a preliminary right that must be exercised and enjoyed before one can benefit or achieve other rights such as social, economic or political rights. The right to self determination is therefore a prerequisite or fundamental to all other rights and history shows that the people of West Papua did not exercise that right to date. The launching of the PNG Chapter is complementary to the efforts of the International Parliamentarians in Europe and USA in recognizing the right of the West Papuan people to self determination, that has been denied from them through the 1969 Act of Free Choice. The launching of the International Parliamentarians for West Papua PNG Chapter is a show of support and commitment to the International Community and to the people of West Papua that we stand in solidarity to advocate for self determination for West Papua and by doing so we elevate the plight of the West Papuan People to a new level and hopefully in the United Nations. by WestPapuaFreedom ( you tube )
| 24-01-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
16 november 2009,PNG International Parliamentarians for West Papua Papua New Guinea Chapter Launched on 7th November 2009. The official launch of the International Parliamentarians for West Papua PNG Chapter took place at the University of Papua New Guinea on the 7th November 2009. Hosted by the Governor of the National Capital District Powes Parkop MP and deputy governor of Western Province Mr Buka Kondra MP the day was a huge success. The main aim of the International Parliamentarians for West Papua is to advocate for and to ensure that the people of West Papua exercise their fundamental rights to self determination. The event was attended by Benny Wenda, founder of the Free West Papua Campaign and West Papuan leader living in exile in the UK. Supporting statements were read out from MPs from around the world and lawyers from the group International Lawyers for West Papua.by WestPapuaFreedom ( you tube )
| 24-01-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
21/01/2010 22:59,Jakarta: Tokoh Organisasi Papua Merdeka Nicholas Jouwe mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/1) siang. Ia hendak berkoordinasi dengan pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, terkait kasus korupsi di Papua. Jouwe yang telah 40 tahun menetap di Belanda datang bersama rekannya. Kehadiran Jouwe di Tanah Air juga sebagai bagian dari keinginannya menetap di Indonesia. Saat ini ia sedang mengurus naturalisasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk proses memperoleh kewarganegaraan. Jouwe akan mengisi sisa hidup di tanah kelahirannya di Jayapura.(AIS): sumber berita:Tri Wibowo ( SCTV), liputan.com
| 24-01-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
2 Januari 2010 18:09 WIB,Jakarta: Kepergian Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau Gus Dur membuat masyarakat Indonesia benar-benar kehilangan seorang tokoh bangsa. Gus Dur meninggalkan banyak kebajikan dan kenangan indah di rakyat Indonesia, termasuk warga Papua. Di mata mereka, Gus Dur adalah pahlawan perdamaian. Di mata masyarakat Papua, Gus Dur tak hanya mengubah nama Irianjaya menjadi Papua, juga memberikan otonomi khusus yang mampu meredakan ketegangan di Papua. Inilah kenangan Gus Dur bagi masyarakat Papua. Dari hari ke hari masyarakat Papua tak pernah melupakan jasa Gus Dur. Menurut Taha Alhamid, Sekretaris Jenderal Presidium Papua, rakyat Papua seperti kehilangan kitab kehidupan dengan meninggalnya Gus Dur. Taha mengatakan, banyak kenangan manis yang diukir Gus Dur di bumi ini. Mantan Presiden ke-4 RI tersebut adalah orang pertama yang mengganti nama Irianjaya menjadi Papua. Nama yang selama ini diidam-idamkan masyarakat Papua. Jika Irianjaya berarti antianak negeri. Nama Papua mempunyai arti meluruskan sejarah anak negeri. Gus Dur mengubah nama ini pada perayaan pergantian tahun pada tahun 1999, tepat sepuluh tahun silam. Nama Papua kemudian resmi masuk dalam konstitusi Negara Kesatuan RI. Gus Dur pun membuka jalan baru di tanah Papua, yaitu dengan memberikan otonomi khusus melalui Undang-undang Nomor 21 tahun 2001. Meski tak semua tokoh politik menyetujuinya, ternyata pemberian ini memberikan jalan perdamaian bagi masyarakat Papua. Terbukti bahwa berbagai konflik di Papua bisa diatasi melalui UU Otonomi Khusus ini. Tak hanya itu. Abdurrahman Wahid juga memperbolehkan dikibarkannya bendera Bintang Kejora milik Organisasi Papua Merdeka (OPM). Keputusan yang sebenarnya juga ditentang banyak politikus di Jakarta, namun Gus Dur tak pernah bergeming. Baginya, inilah jalan untuk membuat bumi Papua menjadi damai. Tak heran jika semua rumah di Papua mengibarkan bendera setengah tiang atas kematiannya. Semua berdoa secara hening di sudut rumah di penghujung tahun untuk melepas kepergian Pahlawan Perdamaian mereka. sumber berita: MetroTV(Metrotvnews.com)
| 03-01-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
31 Desember 2009 10:03 WIB, Jayapura: Tahun Baru 2010 dirayakan warga Papua di Jayapura dengan menggelar tari-tarian bersama di areal Papua Trade Center, Jayapura. Tarian ini memang kerap digelar saat menyambut pergantian tahun. Menurut warga setempat, tarian adalah simbol semangat rakyat Papua untuk kebaikan di 2010. Sejumlah lelaki berbaris dan saling menggenggam tangan untuk melambangkan keeratan dan persatuan. Mereka kemudian menari dengan melompat-lompat hingga membentuk lingkaran rapat satu sama lainnya. Di lain tempat, ratusan orang pun memadati kawasan pusat keramaian di Papua. Mereka antusias mengikuti detik pergantian tahun. Saat waktu tepat menunjukkan pukul 00.00 mereka bersama-sama menghiasi langit dengan meluncurkan kembang api dan diiringi tiupan terompet. Mereka spontan berteriak Selamat Tahun Baru. sumber berita: MetroTV (Metrotvnews.com)
| 03-01-10 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
Selasa, 22 Desember 2009 14:43 WIB, Timika: Jenazah Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kelly Kwalik dimakamkan di kawasan Timika Indah, Kwangki Baru, Timika, Papua, Selasa (22/12) pukul 14.00 WIT. Pernyataan ini disampaikan Koordinator Duka Kelly, Hans Magal. Menurut Hans, prosesi pemakaman diundur hingga hari ini karena persiapan liang lahat dan lokasi pemakaman untuk meletakkan jasad Kelly. Jenazah Kelly diarak terlebih dahulu menuju lokasi pemakaman di Timika Indah. Prosesi pemakaman diawali dengan pembacaan riwayat hidupnya yang pernah menjadi calon guru. Dewan Adat Papua menyatakan, dalam pemakaman PT Freeport harus ikut bertanggung jawab atas kematian Kelly. Bahkan, Dewan Adat menilai PT Freeport harus ditutup dan memberi waktu hingga Februari 2010 untuk penutupan Freeport. Hingga kini polisi masih berjaga-jaga di sekitar halaman kantor DPRD Kabupaten Timika. sumber berita: MetroTV ( Metrotvnews.com)
| 24-12-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
21 Desember 2009 17:01 WIB, Timika: Pemakaman jenazah pemimpin gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kelly Kwalik, Senin (21/12) ini, kembali ditunda. Perundingan rencana pemakaman menemui jalan buntu, bahkan keributan sempat mewarnai perundingan tersebut. Pemantauan Metro TV, hingga Senin sore, sekitar 500 warga Timika masih berkumpul di halaman Kantor DPRD Kabupaten Mimika. Rencana pemakaman yang seharusnya dilakukan pukul 17.00 WIT, batal dilakukan akibat perundingan antara warga dan keluarga tidak menemui kata sepakat. Sebagian warga adat Amungme justru mempermasalahkan hal-hal lain, sehingga menimbulkan keributan antar-warga. Sejumlah warga sempat saling mengejar dan melempar kursi plastik/ serta batu. Untungnya keributan tidak berlangsung lama.(DSY). sumber berita : MetroTV (Metrotvnews.com )
| 21-12-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
21 Desember 2009 12:20 WIB, Timika: Setelah melalui kompromi yang cukup alot, tokoh adat, gereka dan masyarakat Timika, Papua, akhirnya setuju tokoh Organisasi Papua Merdeka Kelly Kwalik dimakamkan di dekat bundaran Timika Indah, Timika. Senin (21/12), puluhan warga bergotong royong membersihkan lahan dari semak dan rumput. Lokasi ini menjadi salah satu pilihan selain di bandara. Lahan ini adalah milik seorang warga. Pemilik akhirnya setuju lahannya digunakan untuk keburan Kelly setelah berembuk dengan tokoh adat, gereja dan anggota DPRD setempat. Rencananya, jenazah Kelly akan dimakamkan sore nanti. Sebelum dikebumikan akan digelar misa untuk mendoakan arwah Kelly di halaman DPRD Papua.(BEY). sumber berita: MetroTV ( Metrotvnews.com 0
| 21-12-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
20 Desember 2009 12:01 WIB. Timika: Jenazah Kelly Kwalik hingga kini masih berada di halaman Kantor DPRD Mimika di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Barat. Belum diketahui kepastian pemakaman dari pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) ini. Hari ini, Ahad (20/12), sekitar pukul 09.00 WIT dilangsungkan kebaktian di depan peti jenazah Kelly. Kebaktian yang dipimpin Pastur Paul Wetty ini diikuti lebih dari 100 warga Timika serta beberapa tokoh adat. Seusai kebakitan, warga Timika kembali melakukan rapat untuk menentukan tempat dan waktu pemakaman Kelly. Namun warga yakin pemakaman tidak dilakukan hari ini. Kondisi di Kota Timika sendiri masih dijaga ketat aparat keamanan. Akses menuju Kantor DPRD Timika sampai saat ini masih ditutup. Tak banyak informasi tentang jatidiri seorang Kelly Kwalik. Polisi pun kesulitan meng-identifikasi DNA-nya karena keterbatasan data pembanding keluarga. Informasi yang banyak didapat justru berbagai peristiwa makar yang dikait-kaitkan dengan Kelly. Panglima OPM Wilayah Mimikia berusia 53 tahun itu mulai mencuat namanya pasca-penyanderaan tim peneliti Taman Nasional Lorenz pada tahun 1995 lalu. Kelly Kwalik adalah putra asli Suku Amungme, Distrik Akimuga, Tembagapura, Mimika. Tahun ini, Kelly diperkirakan menginjak usia 53 tahun. Nama Kelly mulai menjadi perhatian aparat keamanan pada 1986 pasca-kasus penculikan dan pembunuhan delapan pendaki gunung asal Indonesia di Papua. Nama Kelly semakin menjadi perhatian pada tahun 1995. Kelly disebut-sebut terlibat penyanderaan 24 anggota tim peneliti Taman Nasional Lorenz di Desa Mapenduma, Kabupaten Jayawijaya. Setelah lama tak terdengar, nama Kelly kembali muncul pada 2002. Aparat keamanan menuding Kelly bertanggung jawab dalam penyerangan karyawan PT Freeport yang menewaskan dua warga Amerika Serikat. Dan terakhir, sepanjang Juli hingga September 2009, Kelly kembali dikait-kaitkan terlibat serangkaian aksi penembakan di kawasan penambangan PT Freeport. Kelly dinyatakan tewas saat tiba di Rumah Sakit Kuala Kencana, Timika. Kelly tewas tertembak dalam penyergapan Tim Satgas Pemulihan Keamanan PT Freeport Indonesia di sebuah rumah persembunyian di kawasan Gorong-gorong, Timika, 16 Desember silam.(DSY), sumber berita: MetroTV ( Metrotvnews.com )
| 21-12-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
19 Desember 2009 16:11 WIB, Timika: Jenazah Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kelly Kwakil telah diserahkan oleh DPRD Mimika, Papua, ke perwakilan tokoh Adat Papua, di halaman Gedung DPR Timika, Papua, Sabtu (19/12) sore. Lebih dari 200 warga menyaksikan proses penyerahan itu. Samar-samar terdengar suara tangisan para perempuan. Reporter Metro TV di Mimika Nancy Novita melaporkan, warga duduk tertib mengikuti proses penyerahan. Jenazah Kelly Kwalik dibawa menggunakan mobil jenazah milik Rumah Sakit Mitra Masyarakat setelah semalam diinapkan di sana. Di atas peti jenazah diletakkan bendera Bintang Kejora, Sebelum proses penyerahan ini sempat terjadi insiden. Ratusan warga yang semula duduk tertib menunggu kedatangan jenazah di halaman DPRD Mimika tiba merusak tenda yang ada di lapangan. Mereka tersulut oleh perkataan yang diucapkan seorang panitia. Tidak jelas apa perkataan panitia itu. Tak hanya merusak tenda, warga bahkan ada yang mengambil batu dan melemparkan ke segala arah. Sontak, warga yang ada di halaman DPR Mimika berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Untuk menenangkan warga, polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan lebih lima kali. Tujuannya, agar warga tidak keluar jauh dari lapangan. Seorang polisi dilaporkan terluka dalam kejadian itu. Ia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Saat ini kondisi di halaman DPRD Mimika sudah kembali tertib. Warga yang sempat keluar dan melakukan pelemparan batu sudah kembali ke lapangan untuk mendengarkan arahan ketua adat Papua apa yang akan dilakukan besok. Dengan senjata lengkap polisi masih bersiaga mengamankan lapangan DPRD Mimika.sumber berita:MetroTV ( Metrotvnews.com)
| 21-12-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
21 Desember 2009 12:23 WIB, Jayapura: Pascaperistiwa penembakan orang tak dikenal di perbatasan Papua dan Papua Nugini, kondisi di area perbatasan relatif kondusif, Senin (21/12). Pintu penyeberangan antarkedua negara yang sempat ditutup kini telah dibuka kembali. Pihak TNI semakin meningkatkan kewaspadaan dan mengintensifkan patroli khususnya di perbatasan. Peristiwa penembakan terjadi di dekat tapal batas Indonesia dan Papua Nugini, Sabtu pekan lalu. Peristiwa tersebut menewaskan satu orang dan satu orang lainnya menderita luka tembak di kakinya. Lokasi penembakan berjarak 50 meter dari Pos Perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Pelaku penembakan diduga melarikan diri ke Papua Nugini. sumber berita:MetroTV (Metrotvnews.com )
| 21-12-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
19 Desember 2009 23:17 WIB, Jayapura: Polisi menduga anggota Organisasi Papua Merdeka yang melakukan penembakan di perbatasan Papua-Papua Nugini, Sabtu (19/12). Peristiwa itu melukai dua warga Pemda Dua Kotaraja, Jayapura. Satu di antaranya tewas, sementara satu lainnya masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkata Jayapura. Korban tewas Abdul Muksin Abib, seorang karyawan hotel. Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Bekto Suprapto, mengatakan polisi Indonesia telah bekerja sama dengan polisi Papua Nugini untuk mengejar pelaku. Menurut saksi mata, pelaku terdiri dari dua orang dan memiliki ciri-ciri orang Papua. Setelah menembak, pelaku melarikan diri ke hutan menuju wilayah Papua Nugini. sumber berita: MetroTV (Metrotvnews.com)
| 21-12-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
Sabtu, 19 Desember 2009 18:16 WIB, Jayapura: Dua orang tertembak dalam peristiwa penembakan di Kecamatan Koya, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (19/12). Satu di antaranya tewas, sedangkan satunya lagi terluka di bagian kaki. Korban tewas adalah Abdul Muksin Abib. Korban meregang nyawa dengan luka tembak di bagian kepala. Jenazah Abdul kini ada di Rumah Sakit Dok Dua, Jayapura. Saksi mata menuturkan, mendengar rentetan tembakan sekitar pukul 14.00 WIT. Penembakan terjadi sekitar 50 meter dari pos perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Kapolres Jayapura dan sejumlah perwira TNI mendatangi lokasi, namun belum memberikan keterangan resmi. sumber berita:MetroTV ( Metrotvnews.com)
| 21-12-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
Thu 17 th Dec, 6:30pm. "Protests are reported in the Indonesian province of West Papua following the killing of an independence leader. by SBS News (Austr.)
| 20-12-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
Rabu, 16 Desember 2009, Durasi: 01:23, Pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kelly Kwalik diduga kuat tewas ditembak polisi. Sementara, penjagaan ektra ketat dilakukan di Bandara Mozes Kilangin Timika. sumber berita: kameramen Muhamad Jamin ( okezone.com
| 16-12-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
Rabu (16/12/2009) dini hari WIT. Reporter/Kameramen: Kelly Kwalik, panglima tertinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM) dipastikan tewas tertembak oleh satuan tugas pengamanan Amole,
| 16-12-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
02/12/2009 16:12,Jayapura: Setelah diperiksa selama satu hari di Markas Kepolisian Resor Jayapura, Papua, 13 demonstran yang berunjuk rasa di hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka akhirnya dibebaskan, Rabu (2/12). Para demonstran itu berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Sebelumnya ke 13 orang tersebut berunjuk rasa dalam rangka memperingati hari jadi OPM, Selasa (1/12). Aksi mereka kemudian dibubarkan polisi karena tidak memiliki izin. sumber berita: liputan6.com (Tim Liputan 6 SCTV )
| 03-12-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
20/11/2009 11:28, Jayapura: Sebanyak 140 warga Papua yang selama ini eksodus dan tinggal di negara tetangga Papua New Guinea akhirnya kembali ke tanah kelahirnya. Mereka mengaku senang dapat direpatriasi kembali ke tanah kelahirannya dan berjanji akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedatangan ratusan warga Papua tersebut disambut langsung oleh Wakil Gubernur Propinsi Papua Alex Hesegem, dan sejumlah pejabat Direktorat Jendral Pemerintahan Umum Dalam Negeri. Mereka diberangkatkan dari Kota Wiwek, Papua New Guinea, dengan Pesawat jenis Herkules milik TNI AU dan tiba di hanggar TNI AU Sentani, Jayapura, Jumat (20/11). Berdasarkan data Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Propinsi Papua, jumlah sementara warga Indonesia di Papua New Guinea yang akan direpatriasi berjumlah 708 jiwa. Selengkapnya, simak video berita ini.(BJK/SHA). sumber berita:Liputan6.com, Riyanto Nay
| 20-11-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
17/11/2009 06:27, Jakarta: Mantan Presiden Soeharto berperan besar merebut Papua atau Irian Barat saat itu. Pada 11 Januari 1962, Brigadir Jenderal Soeharto ditunjuk Presiden Soekarno sebagai Panglima Komando Mandala. Dengan kenaikan menjadi mayor jenderal, Soeharto ditugaskan merebut Irian Barat bila diplomasi berakhir buntu. Demikian dipaparkan pembicara dari Pusat Sejarah TNI, Kolonel Infanteri Purnawirawan Ridhani dalam seminar berjudul Papua dan Ketahanan Energi di kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, baru-baru ini. Tugas yang diemban Soeharto berhasil hingga Irian Barat dikuasai dari tangan penjajah Belanda. Kini, tugas masyarakat Indonesia-lah yang harus menjaga keutuhan Papua dan sumber daya energi yang terkandung di tanah Papua. Connie Rahakundini Bakrie dari Institute of Defense and Security Studies menegaskan, kepentingan pertahanan nasional seharusnya menjadi kepentingan utama. Sebab jika pertahanan negara aman, maka negara dapat membangun dan memperbaiki di bidang lain. Seminar ini dihadiri sejumlah mahasiswa UI dan perguruan tinggi lain. Sejumlah masyarakat Papua juga tampak hadir.(ZAQ). sumber berita: Liputan6.com, Nahyudi
| 20-11-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
16/11/2009 11:36, Jayapura: Sekitar sepuluh pendemo yang dipimpin Sem Yaru, Senin (16/11) sekitar pukul 11.30 WIT, berunjuk rasa ke Majelis Rakyat Papua (MRP) sambil membawa bendera Papua Merdeka "Bintang Kejora" (BK). Bendera BK berukuran sekitar 50 x 80 sentimter, seperti dilaporkan ANTARA, tampak dipegang erat oleh Sem Yaru. Salah satu spanduk yang dibawa para pendemo bertuliskan "Minta Otsus Diberikan Secara Utuh Bila Tidak Merdeka". Polisi akhirnya menangkap Sem Yaru bersama seorang rekannya dan membawa mereka ke Markas Kepolisian Resor Kota Jayapura. Hingga berita ini diturunkan, situasi Kota Jayapura dan sekitarnya tampak kondusif.(IAN/ANS).sumber berita: Liputan6.com, Achmad Yani Yustiawan.
| 20-11-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
07/11/2009 00:26, Merauke: Bentrok antarsuku pecah di pedalaman Merauke, Papua, belum lama ini. Serangan suku Yahukimo terhadap suku lainnya membuat sejumlah kendaraan dan rumah warga terbakar. Padahal, pemicunya sepele yaitu karena tersinggung. Yamin, warga transmigrasi Tanah Miring, tewas saat penyerangan suku Yahukimo. Hingga Jumat (6/11) malam, polisi masih berjaga karena ditakutkan terjadinya bentrok susulan. Polisi telah menahan 27 warga yang diduga terlibat pembunuhan yang sebagian besar mahasiswa dan pelajar. Selengkapnya simak video berita ini.(ADO/ANS).sumber berita:Liputan6.com ( Muhammad Ridwan dan Maun Santoso )
| 20-11-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
12/11/2009 08:30, Jayapura: Dua kelompok warga yakni Paniai dan Sentani di Jayapura, Papua, terlibat bentrok, Rabu (11/11) sore. Bentrokan bermula dari pencegatan dan pemukulan dua pemuda Sentani oleh seorang warga Paniai yang sedang mabuk minuman keras. Tidak terima perlakuan itu, kedua pemuda Sentani balas memukul hingga kepala pemuda yang mabuk itu terluka. Warga Paniai tak terimah dan marah atas kejadian itu. Dengan membawa berbagai jenis senjata, puluhan orang menyerang Kampung Sentani. Bentrok tidak bisa dihindarkan. Untuk melerai bentrok, Kepolisian Daerah Papua mengerahkan puluhan personelnya. Sejumlah tembakan peringatan dilepaskan untuk memaksa warga mundur. Dalam bentrok ini, satu warga Sentani dan dua polisi. sumber berita:Liputan6.com (Riyanto Nay )
| 20-11-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
12/11/2009 08:06, Manokwari: Terdorong keprihatinan atas kerusakan hutan di Manokwari, Papua Barat, ratusan mahasiswa Universitas Negeri Papua berunjuk rasa secara damai, Rabu (11/11). Mereka memprotes dan menuntut dihentikannya penebangan hutan liar yang marak di Manokwari. Dalam aksinya, mahasiswa membentangkan spanduk sepanjang 60 meter. Selain berorasi, mahasiswa menggelar teatrikal menggambarkan kerusakan hutan-hutan di Bumi Cenderawasih demi keuntungan pengusaha dan pejabat. Mahasiswa berharap, aksi mereka menggugah kesadaran masyarakat dan pemerintah agar tak menebang pohon sembarangan karena hanya mengundang bencana alam.(JUM).Nico Pattipawae, sumber berita:Liputan6.com
| 20-11-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
Selasa, 17 November 2009 05:48 WIB, Bentangkan Bendera OPM, Dua Warga Diringkus. Jayapura: Dua warga dibekuk polisi karena membentangkan bendera Organisasi Papua Merdeka di halaman Kantor Majelis Rakyat Papua, Senin (16/11). Keduanya diketahui adalah mantan tahanan politik, Sem Yaru dan Luther. Pihak Kepolisian Resor Kota Jayapura mengaku sudah membawa keduanya ke markas untuk diperiksa. Turut serta diamankan bendara yang dikibarkan pelaku.(RAS) sumber berita: Metrotvnews.com
| 19-11-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
The documentary film Strange Birds in Paradise – A West Papuan Story has been invited to premiere at the International Documentary Film Festival in Amsterdam, IDFA, and 19 – 29 November 2009. This will be the world premiere. Strange Birds in Paradise - A West Papuan Story. A Feature Documentary Film by Charlie Hill-Smith. An expedition of imagination and discovery to the hidden Indonesian province of West Papua that exposes its sad history and desperate hopes but culminates in a joyful and defiant musical celebration. The Story: While the Indonesian army continues to dominate the indigenous inhabitants of West Papua, three friends gather in Melbourne to record outlawed folk songs with renowned Australian rock musicologist David Bridie... news sources http://www.strangebirds.com.au/, IDFA
| 10-11-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
29 September 2009 15:12 WIB, Manokwari: Ribuan orang berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Papua Barat, Selasa (29/9). Massa yang tergabung dalam Otoritas Nasional Papua Barat itu menolak rencana dialog pemerintah pusat dan rakyat Papua. Para pengunjuk rasa membawa spanduk dan pamflet berisi penolakan dialog di Jalan Pahlawan, Yos Sudarso, Merdeka dan Siliwangi. Presiden West Papua National Authority Terianus Yoko menyatakan, Papua bukan masalah Pemerintah Indonesia. Oleh sebab itu, masalah Papua harus diselesaikan oleh lembaga internasional. Aksi unjuk rasa itu mendapat penjagaan ketat Kepolisian Resor Manokwari. Arus lalu-lintas sempat mengalami kemacetan selama tiga jam.(**). sumber berita: Metrotvnews.com
| 08-10-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
29/09/2009 18:25, Keerom: Unjuk rasa di Kabupaten Keerom, Papua, baru-baru ini, nyaris berakhir ricuh. Warga yang menuntut Bupati Keerom Celsius Watae menindak pejabat korup tersulut emosi setelah polisi melarang massa masuk kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Keerom. Massa yang tak terkendali pun sempat memecahkan kaca jendela kantor KPUD Keerom. Pengunjuk rasa kemudian melanjutkan aksi mereka ke kantor Dinas Pendidikan dan kantor Bupati Keerom. Warga menuntut pejabat korup ditindak dan KPUD Keerom dibubarkan. Menanggapi tuntutan warga, Bupati Keerom berjanji akan menindak pejabat yang korup.(ZAQ/VIN). sumber berita:Liputan6.com
| 04-10-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
1 Oktober 2009 17:20 WIB,Timika: Bentrok antar-kelompok warga di Timika, Papua, kembali terjadi. Kali ini, dua kelompok warga di Kwamki Baru, Timika, bentrok karena sekelompok warga yang mabuk. Akibat bentrokan, sebuah kios dan pangakalan ojek dibakar dan dua rumah warga rusak diamuk massa. Bentrok terjadi pukul 03.15 WIT. Pemicunya adalah pemuda yang mabuk yang menganiaya seorang warga, Piter Magal. Korban mengaku dianiaya tanpa tahu sebabnya. Mendapat pengaduan demikian, teman korban sontak marah. Mereka membalas dan menimbulkan bentrokan. Kepala Kepolisian Sektor Mimika Baru Ajun Komisaris Polisi Lang Gia mengatakan, aparat terlambat menghalau massa karena keterbatasan personel. Pasukan tambahan baru datang satu jam kemudian. Dan akhirnya bisa meredam bentrokan. Hingga saat ini, polisi masih berjaga-jaga di sekitar lokasi.(DSY). sumber berita: Metrotvnews.com
| 04-10-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
14/09/2009 23:41, Liputan6.com, Jayapura: Ratusan perempuan yang tergabung dalam Solidaritas Pedagang Asli Papua berunjuk rasa di kediaman Gubernur Barnabas Suebu di Jayapura, Papua, Senin (14/9) siang. Aksi sempat diwarnai cekcok antara pedagang dengan petugas yang melarang mereka masuk ke rumah Barnabas Suebu. Setelah bernegosiasi, 15 perwakilan pedagang diperkenankan masuk dan diterima Asisten III Setda Papua Ibrahim Badaruddin. Dalam tuntutannya, pedagang meminta pembangunan pasar tradisional di tengah kota. Selama ini pemda telah membangun pasar tradisional. Namun letaknya cukup jauh yakni sekitar 30 kilometer dari Kota Jayapura. Tempatnya pun dinilai tak layak. sumber berita: liputan6.com.(JUM/AND)
| 28-09-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
12 September 2009 10:09 WIB, Lani Jaya: Kantor Bupati Lani Jaya, Papua, di Kota Tiom rata dengan tanah akibat dibakar orang tak dikenal. Menurut sejumlah saksi, api mulai berkobar Sabtu (12/9) sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Tidak diketahui siapa yang melakukan pembakaran ini karena kantor tersebut juga belum memiliki aliran listrik. Bangunan yang terbuat dari lantai dan dinding papan rata dengan tanah. Sejumlah perabot kantor, seperti dokumen hangus meninggalkan abu. Polisi dari Polres Jayawijaya yang tiba di lokasi segera melakukan penyelidikan. Polisi belum bisa memastikan motif aksi pembakaran. Di tempat terpisah, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lani Jaya Alpius Jigibalom menyesalkan adanya aksi pembakaran ini. Pihaknya masih akan melakukan inventarisasi dan akan mengalkulasi jumlah pasti kerugian. Ia memperkirakan kerugian mencapai Rp 4 miliar. Akibat kebakaran dipastikan aktifitas perkantoran selama beberapa waktu kedepan akan lumpuh.(Agus Suroto/DOR). sumber berita: Metrotvnews.com
| 17-09-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
9 September 2009 12:12 WIB, Manokwari: Tak kurang dari 92 warga di tujuh distrik di Kabupaten Yahukimo, Papua, meninggal akibat berbagai penyakit yang bersumber dari kelaparan. Tiap bulan, sejak Januari-Agustus 2009, rata-rata 11 warga tewas akibat kelaparan. Warga sudah tak bisa mengonsumsi ubi. Semuanya kering. Padahal ubi menjadi makanan pokok warga. Mereka mengatakan, lahan hampir semua lahan ubi warga gagal panen karena hama, perubahan iklim, dan curah hujan tinggi. Bupati Yahukimo yang meninjau tujuh distrik berjanji segera mengirim bantuan dan obat-obatan buat warga. Namun dia tak bisa menjamin waktu pasti pengiriman bantuan.(ICH). sumber berita: Metrotvnews.com
| 11-09-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
Senin, 7 September 2009 12:47 WIB, Jayawijaya: Jajaran Kepolisian Resor Jayawijaya, Papua, baru-baru ini, menggerebek sarang Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM). Sejumlah senjata tradisional seperti panah, tombak dan bom molotov disita.Jayawijaya: Jajaran Kepolisian Resor Jayawijaya, Papua, baru-baru ini, menggerebek sarang Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM). Sejumlah senjata tradisional seperti panah, tombak dan bom molotov disita. Polisi sempat mendapat perlawanan dari sejumlah orang tak dikenal yang menggunakan panah. Aparat pun membalas serangan itu dengan tembakan. Meski sejumlah senjata disita, polisi tak berhasil menangkap satupun anggota TNP/OPM. Sarang TNP OPM di Distrik Bolakme, Kabupaten Jayawijaya itu digerebek karena dinilai sering meresahkan warga. Selain itu, kelompok OPM itu juga sering merusak fasilitas umum.(**/DSY). sumber berita: Metrotvnews.com
| 08-09-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
6 September 2009 04:01 WIB, Timika: Kebakaran menghanguskan delapan rumah warga di komplek Perumahan Gorong-gorong, Timika, Papua, Sabtu (5/9). Seorang anak tewas diterkam api. Saat itu, korban yang masih berusia 11 tahun tengah terlelap tidur. Sedangkan sang orang tua ketika itu tak mampu menyelamatkan korban. Pasalnya api cepat membesar dan telah merambat ke seluruh bangunan rumah. Kepala Kepolisian Sektor Mimika Baru Ajun Komisaris Polisi Lang Gia menyatakan kebakaran diduga akibat nyala lilin di salah satu rumah. Maklum, saat itu tengah dilakukan pemadaman bergilir.(RAS). sumber berita: Metrotvnews.com
| 06-09-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
29 Agustus 2009 02:36 WIB, Timika: Konvoi bus pengangkut karyawan dari Tembagapura menuju Timika, Jum'at (28/8) petang, diberondong tembakan sekelompok orang tak dikenal di Mile 44 dan Mile 41. Sempat terjadi kontak senjata antara petugas Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Papua yang mengawal rombongan bus karyawan PT Freeport itu dan kelompok bersenjata yang berada di tengah hutan di sepanjang Mile 44 dan Mile 41. Kontak senjata berlangsung sekitar 20 menit. Dari delapan bus yang berjalan beriringan, bus kedua dengan nomor lambung 140-132 yang dikemudikan Usman, menjadi sasaran paling banyak. Akibatnya banyak bekas tembakan di sisi kiri bus. Menurut keterangan Wempi, salah seorang penumpang bus, saat terjadi tembakan aparat Brimob yang berada dalam bus langsung memberikan perlawanan. Pihak penyerang rupanya tidak takut, meski rombongan bus mendapat pengawalan ketat aparat. Bahkan sebuah panser baracuda pun ikut mengawal rombongan ini. Kondisi penumpang di dalam bus tersebut sangat panik. Setelah sekitar 20 menit baku tembak perjalanan dilanjutkan kembali. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Penembakan kali ini merupakan yang kedua dalam sepekan terakhir. Pengawalan bus karyawan PT Freeport saat ini dilakukan dengan melibatkan sebuah panser baracuda milik Brimob Polda Papua.(RIZ). sumber berita: Metrotvnews.com
| 30-08-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
28/08/2009 16:10, Jayapura: Warga suku Sokoy Sentani akhirnya meninggalkan Bandar Udara Sentani, Jayapura, Papua, Jumat (28/8). Sebelumnya, warga sempat menduduki landasan, dan menguasai Kantor Perhubungan Bandara Sentani, serta menara bandara. Warga Sokoy berunjuk rasa karena merasa tanah yang dipakai Bandara Sentani adalah tanah adat milik mereka. Karena itu, warga menuntut agar pemerintah daerah mengganti kerugian. Warga membubarkan diri setelah mendapat kepastian dari pihak bandara yang memberikan waktu tiga hari kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk melunasi sisa pembayaran tanah adat seluas 5.023 meter sebesar Rp 79 miliar. Sebelumnya pada 2003 Pemkab Jayapura telah membayar tanah adat sebesar Rp 15 miliar. Warga berjanji akan menduduki lagi Bandara Sentani jika permintaan pembayaran tak digubris pemerintah. sumber berita: Liputan6.com. ( Rianto)
| 30-08-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
28/08/2009 12:01, Jayapura: Puluhan warga Sokoy, Sentani, hingga Jumat (28/8) siang masih menduduki Bandar Udara Sentani, Jayapura, Papua. Namun kini mereka tak lagi menduduki landasan, melainkan masuk ke Kantor Bandara Sentani. Warga sempat menghalang-halangi pekerja yang akan masuk kantor. Seperti telah diberitakan sebelumnya, Jumat pagi puluhan warga Suku Sokoy menduduki landasan Bandara Sentani. Akibatnya pesawat yang akan mendarat terpaksa dialihkan ke Bandara Biak. Sementara pesawat yang akan berangkat terpaksa ditunda. Namun saat ini, menurut informasi terakhir yang diperoleh SCTV, penerbangan sudah normal lagi setelah warga tak menduduki landasan. sumber berita: Liputan6.com. (Rianto)
| 30-08-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
27 Agustus 2009 14:03 WIB, Papua: Prajurit Dua TNI Suliswanto, korban penyerangan kelompok bersenjata di Papua, tiba di Bandar Udara Sentani, Jayapura, Kamis (27/8) siang. Korban tiba dengan pesawat milik maskapai penerbangan Susi Air. Suliswanto terluka cukup parah. Anggota Yon Infantri 756 itu menderita luka bacok di bagian leher dan pipi. Tak lama di bandara, Suliswanto kemudian dibawa ke rumah sakit milik TNI. Serangan kelompok bersenjata yang melukai Suliswanto terjadi di Distrik Tingginabut, Kabupaten Puncak Jaya, sekitar pukul 07.20 waktu setempat. Suliswanti yang bertugas di Pos Kalome tak berkutik diserang kelompok Goliat Tabuni.(ICH). sumber berita : Metrotvnews.com
| 28-08-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
27 Agustus 2009 11:41 WIB, Papua: Serangan kelompok bersenjatan di Papua, kembali terjadi, Kamis (27/8) sekitar pukul 07.20 waktu setempat. Kali ini korbannya Prajurit Satu Suliwanto. Dia menderita luka bacok di bagian leher dan pipi. Suliwanto diserang saat menjaga Pos Kalome, Distrik Tingginambut. Anggota Yon Infantri 756, ini tak berkutik karena serangan begitu tiba-tiba. Kuat dugaan penyerang adalah kelompok Goliat Tabuni.(ICH). sumber berita: Metrotvnews.com
| 27-08-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
23 Agustus 2009 12:34 WIB, Manokwari: Memasuki bulan Ramadhan, jumlah penumpang pesawat dari Bandar Udara Rendani, Manokwari, Papua Barat, ke berbagai tujuan di wilayah barat Indonesia, semakin meningkat. Jika hari-hari biasa masih suka banyak kursi pesawat yang kosong, kini seluruh kursi pesawat setiap penerbangan terisi penuh penumpang. Bahkan, pemesanan tiket tujuan Makassar dan Jakarta hingga 11 September mendatang, sudah masuk dalam daftar tunggu. Di bagian lain, sejumlah maskapai penerbangan bahkan sudah menetapkan batas atas harga tiket. Pada hari-hari biasa, tiket untuk rute Manokwari-Jakarta dijual sekitar Rp 2.700.000. Kini, harga tiket sudah mencapai dua kali lipat, yakni Rp 4 juta lebih. Sementara tiket Manokwari-Makassar yang biasa dijual Rp 1.200.000, kini sudah hampir mencapai Rp 2 juta. Pihak maskapai beralasan, penaikan haga tiket ini karena sepinya penumpang dari wilayah barat ke Papua.(DSY). sumber berita: Metrotvnews.com
| 27-08-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
23 Agustus 2009 11:03 WIB, Papua: Warga suku Sentani dan masyarakat pegunungan Papua yang tinggal di Yahim, kembali bentrok, Ahad (23/8) pagi. Masyarakat pegunungan turun gunung dan menyerbu rumah Ondoafi Yahim, Albert Felle. Delapan orang terluka. Tujuh dari delapan korban berasal dari suku Fele. Satu lainnya pendatang. Korban rata-rata terkena panah dan tikaman benda tajam. Semua korban kini dirawat di Rumah Sakit Yowari, Jayapura, Papua. Saksi mata menuturkan, warga pegunungan Papua turun gunung dengan menenteng panah, kapak, dan batu. Tampa dikomando lagi mereka langsung menyerbu rumah Ondoafi Yahim. Yang diserang melawan. Situasi menjadi amat kacau. Bising dan mencekam. Bentrokan baru mereka setelah puluhan polisi melepaskan tembakan peringatan. Warga pegunungan Papua kemudian menarik diri. "Perang" antara suku Sentani-warga pegunungan Papua sudah berlangsung sejak tiga hari silam. Pertikaian dipicu persoalan sepele: keributan di tempat bilyard. Seorang warga suku Sentani tertusuk dalam keributan ini. Keributan meluas. Daerah Yahim pun sekarang mencekam. Puluhan polisi kini siap siaga di daerah itu.(ICH/Denny Mozes).sumber berita: Metrotvnews.com
| 27-08-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
22 Agustus 2009 14:00 WIB, Yahim: Warga Suku Sentani dan warga Pegunungan Papua yang sama-sama bermukim di Yahim, Sentani, Kabupaten Jayapura, masih bertikai. Tidak ada yang mau mengalah. Puluhan polisi tampak berjaga ketat di perbatasan pemukiman Suku Sentani-Pegunungan Papua. Polisi juga masih memburu perusuh yang membuat situasi di Yahim menegangkan. Konflik Suku Sentani-Pegunungan Papua dipicu persoalan sepele. Mulanya, keributan hanya melibatkan dua pemuda di lokasi permainan bola sodok. Belakangan konflik meluas setelah salah satu pemuda, Lori Yoku, terluka parah akibat tikaman benda tajam. Warga Sentani tidak terima dengan luka Lori. Mereka kemudian menyerang rumah Ondoafi Sentani. Dua orang terluka akibat terkena panah. keduanya kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Yowari dan RSUD Jayapura.(ICH). sumber berita: Metrotvnews.com
| 27-08-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
22 Agustus 2009 06:31 WIB, Abepura: Aparat Kepolisian Resor Jayapura, Papua, bersama satuan Brigade Mobil dari Kepolisian Daerah Papua, baru-baru ini menggerebek markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Perbukitan Tanah Hitam, Abepura, Papua. Dalam penggerebekan ini polisi berhasil menangkap delapan tersangka dan menyita sejumlah barang bukti berupa senjata api rakitan, peralatan perang tradisional, seperti ratusan busur dan anak panah, puluhan kampak dan parang. Ditemukan juga peluru jenis SS 1, serta dokumen serta bendera OPM. Markas OPM di Tanah Hitam ini berada di bawah pimpinan Demus Wenda. Kelompok Demus Wenda diduga merupakan pelaku pengibaran bendera bintang kejora pada 17 Agustus lalu di Abepura. Polisi bahkan menemukan bukti-bukti rencana pengibaran bendera bintang kejora dan rencana penyerangan ke Markas Kepolian Sektor Abepura. Menurut Kepala Kepolisian Resor Jayapur Ajun Komisaris Besar Polisi Robert Jhoenso, polisi masih terus mengejar Demus Wenda yang menjadi otak dari pengibaran bendera bintang kejora. Demus Wenda juga merupakan Sekretaris Komite Nasional Papua Barat.(RIZ).sumber berita:Metrotvnews.com
| 27-08-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
20 Agustus 2009 03:12 WIB, Timika: Untuk menjamin keamanan di areal PT Freeport Indonesia, Timika, Papua, petugas memperpanjang operasi pemulihan hingga 23 Agustus mendatang. Hingga Rabu (19/8), polisi menahan tujuh orang yang diduga terlibat penyerangan di Freeport. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Polisi Agus Rianto mengatakan operasi Timika Amole yang melibatkan 1.000 anggota TNI dan Polri berupaya memulihkan. Petugas juga menangkap sejumlah tersangka, meski penembak belum ketahuan. Polisi mengaku kondisi alam yang ekstrem menjadi kendala bagi aparat melakukan operasi pemulihan. Aparat mengaku tidak akan melakukan upaya represif. Sebab dikhwatirkan akan menimbulkan korban sipil. Kini petugas telah mengidentifikasi beberapa pelaku penembakan dan sedang dalam pengejaran. Sejauh ini kelanjutan operasi pemulihan keamanan Amole Timika masih menunggu berakhirnya batas operasi 23 Agustus nanti.(RAS). sumber berita:Metrotvnews.com
| 21-08-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
Senin, 17 Agustus 2009 18:17 WIB, Puncak Jaya: Peringatan detik-detik proklamasi di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Senin (17/8), dijaga ketat ratusan personil TNI dan Polri. Ketatnya pengamanan untuk mencegah gangguan keamanan saat pelaksanaan upacara. Upacara sendiri dilaksanakan di lapangan Alun-alun Kota Baru Mulia. Bupati Puncak Jaya, Lukas Enembe didaulat sebagai inspektur upacara. Menurut Lukas Enembe, pelaksanaan HUT Proklamasi RI di kabupatennya berjalan aman. Masyarakat pegunungan juga menunjukkan antusiasme sangat tinggi, meski keamanan belum sepenuhnya kondusif. Selain ratusan aparat keamanan, kepolisian juga memerintahkan pos keamanan untuk bersiaga di tiap titik rawan terjadinya aksi separatis.(RAS).sumber berita: Metrotvnews.com
| 18-08-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
14 Aug 2009, Kwila:Life & Death in West Papua. West Papuan activist Paula Makabory visits New Zealand to highlight the devastating effects of illegal timber logging. Indonesian security forces are complicit in the illegal trade and human rights violations are commonplace. Green MP Catherine Delahunty has a Member's Bill before Parliament that would go some small way towards addressing the problem of illegal timber imports into New Zealand. An incredible 80% of the West Papuan timber is thought to be illegally logged. by (nzgreenparty). Greenpeace/Grant Rosoman
| 16-08-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
5 Agustus 2009 15:09 WIB, Jayapura: Semua penumpang dan awak pesawat Merpati jenis Twin Otter yang jatuh di Abmisibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, dipastikan tewas. "Semua tewas," ujar Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Bambang Bhakti di Sentani, Rabu (5/8). Menurut Bambang, tim penyelamat yang diterbangkan belum bisa mendekati titik kecelakaan. Mereka terpaksa berjalan kaki untuk mencapai lokasi. Diperkirakan mereka tiba di tempat kecelakaan nanti malam. Pesawat Merpati jatuh pada titik koordinat 140.36 Bujur Timur dan 04.42`25 Lintang Selatan di atas ketinggian 9.300 kaki. Lokasi pesawat ada 3 notica mil dari arah Selatan Abmisibil atau 20 notica mil dari Oksibil. Pesawat nahas itu membawa tiga awak, yakni Pilot Qadrianova, Co-pilot Pramudya, dan tekhnisi Supriadi serta 12 penumpang. Dua di antara 12 penumpang adalah bayi usia di bawah lima tahun.(ICH). sumber berita: Metrotvnews.com
| 06-08-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
2 Agustus 2009 18:03 WIB,Jayapura: Pesawat Merpati Nusantara Airlines jenis Twin Otter rute Bandara Sentani Jayapura menuju Bandara Oksibil, Papua, dilaporkan hilang kontak dengan bandara, Ahad (2/8). Pesawat hilang kontak 10 menit setelah take off dari Bandara Sentani. Kapolres Oksibi AKBP Michael menerima laporan hilangnya pesawat Merpati tersebut pada pukul 10.30 WIT. Berdasarkan laporan, pesawat diduga hilang sebelum mencapai wilayah Oksibil. Ia memperkirakan pesawat baru menempuh sekitar 60 mil setelah take off dari Bandara Sentani saat kehilangan kontak terjadi. Pesawat dengan nomor register MZ 9760 yang membawa 12 penumpang dan tiga awak. Pesawat buatan tahun 1979 itu diterbangkan oleh Pilot Captain Gadriyanova dan Co-Pilot Pramudia Purwoadi. Kendaraan udara tersebut berangkat sekitar pukul 10.15 WIT dari Bandara Sentani Jayapura. Berdasarkan jadwal, pesawat seharusnya tiba di Bandara Oksibil sekitar pukul 11.45 WIT. (***/FHD). sumber berita: Metrotvnews.com
| 02-08-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
1 Agustus 2009 03:06 WIB, Wamena: Jalan Trans Papua penghubung Wamena-Mulia, Jumat (31/7), bisa dilalui kembali dengan penjagaan ketat petugas. Sebelumnya jalur itu tidak dapat dilalui selama dua pekan usai dirusak kelompok tak dikenal. Jalur tersebut menyambung Wamena dengan empat kabupaten yakni Tolikara, Membramo Tengah, Puncak Jaya dan Puncak. Puluhan kendaraan dari empat wilayah tersebut menuju Wamena pada Jumat siang. Pemerintah setempat sempat bernegosiasi dengan kelompok tak dikenal tersebut. Namun negosiasi gagal.(RAS). sumber berita: Metrotvnews.com
| 02-08-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
29 Juli 2009 05:22 WIB, Timika: Dua pekan setelah aksi penembakan, aparat gabungan terus mengejar kelompok bersenjata yang diduga sebagai pelaku penembakan di Timika. Sekitar 1.200, aparat gabungan disiagakan di 29 pos darurat yang dibangun sejak mile 32 hingga lokasi tambang di Tembagapura. Penjagaan diperketat di mile 50 hingga mile 66 yang kerap dijadikan lokasi penembakan. Aparat keamanan juga menyisir jalan pintas yang sering dilewati pendulang tradisional. Hasilnya, polisi menemukan bekas api unggun yang diduga digunakan oleh kelompok bersenjata. Sementara itu, tokoh agama dan tokoh adat Papua mendesak polisi segera mengungkap dalang dibalik aksi kekerasan ini. Mereka meminta penangkapan warga sipil segera dihentikan. Karena menurutnys, mereka itu belum tentu bersalah.(FHD).sumber berita: Metrotvnews.com
| 29-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
29 Juli 2009 00:51 WIB,Timika: Aparat kepolisian masih menahan delapan tersangka terkait kasus penembakan di kawasan PT Freeport Timika Papua. Tersangka diduga sebagai pelaku lapangan, bukan sebagai otak aksi serangan. Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Fx Bagus Ekodanto mengatakan, hingga Selasa (28/7), otak serangan tersebut masih buron. Enam tersangka masing-masing Simon Beanal, Amon Yawame, Tommy Benal, Elfinus Beanal, Domikus Beanal, dan Yani Beanal, diduga sebagai pelaku penembakan di Mile 52 yang mengakibatkan lima anggota Brimob terluka. Sementara tersangka Endel Kiwak ditangkap atas kepemilikan ratusan butir peluru dan magazine. Sedangkan satu tersangka lainnya ditangkap karena kepemilikan tiga tanda pengenal yang berbeda. (***/RIZ). sumber berita: Metrotvnews.com.
| 29-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
27 Juli 2009 14:45 WIB, Timika: Jalur transportasi di area PT Freeport, Timika, Papua, hingga Senin (27/7), masih dijaga ketat petugas gabungan TNI-Polri. Pos penjagaan di area Freeport ditambah dari 23 pos menjadi 29 pos. Lokasinya tersebar di kiri-kanan jalan, mulai mile 34 hingga Tembagapura. Pengiriman 12 kontainer logistik karyawan Freeport dari Timika ke Tembagapura hari ini dikawal sekitar 50 aparat. Pengawalan diperketat saat memasuki mile 50 hingga mile 66. Wilayah tersebut merupakan tempat paling sering terjadi penembakan dan penghadangan. Penyisiran dilakukan TNI-Polri setiap hari di sepanjang jalur warga Kalikabur. Jalur ini sering dilalui para pendulang tradisional. Di samping itu, Kepolisian Daerah Papua dan Puslabfor Mabes Polri berencana menyelidiki lokasi penembakan antara mile 48 hingga mile 54, besok.(****/RIZ). sumber berita: Metrotvnews.com
| 28-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
27 Juli 2009 20:00 WIB,Jayapura: Sebanyak 17 warga negara asing asal Papua ditangkap Polisi Jayapura, Papua, Senin (27/7). Mereka masuk ke Jayapura tanpa dilengkapi dokumen keimigrasian. Mereka berlabuh di Perairan Pantai Argapura, Jayapura pada Ahad (26/7) dini hari dengan menggunakan speed boat tanpa bendera. Polisi masih menyidik 17 warga negara asing itu, tiga di antara mereka adalah wanita. Polisi juga menyita dua speed boat, tiga mesin motor, serta satu drum bahan bakar minyak yang dibawa saat memasuki Jayapura. Ke-17 warga Papua Nugini itu mengaku akan mengikuti seminar produk suplemen di Jayapura. Mereka juga mengaku diundang perusahaan produk tersebut. Namun, kedatangan mereka ternyata tidak diketahui konsulat Papua Nugini yang ada di Jayapura. (***/FHD). sumber berita:Metrotvnews.com
| 28-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
25 Juli 2009 09:26 WIB, Mimika: Puluhan tokoh adat dan tokoh masyarakat mengikuti pertemuan dengan Muspida Kabupaten Mimika di kantor DPRD Mimika, Jumat (24/7). Hal ini menyusul adanya serangkaian kasus penembakan. Dalam pertemuan itu, tokoh adat dan tokoh masyarakat menyesalkan tindakan polisi yang menangkap warga sipil. Menurut mereka, penembakan dilakukan orang terlatih dan kemampuan itu tidak mungkin dimiliki warga biasa. Direktur Lembaga Masyarakat Amungme atau Lemasa, Nerius Katagame mengatakan, penangkapan terhadap warga telah menimbulkan keresahan di kalangan warga Amungme. Hal yang sama juga disampaikan tokoh Amungme, Yan Onawame. Menurutnya adanya stigma yang selalu mengaitkan OPM identik dengan warga Papua dan selalu dituding sebagai dalang aksi kekerasan, membuat trauma tersendiri bagi warga Papua. Terkait hal itu, Kapolres Mimika, AKBP God-Help Masnembra minta warga tidak terpancing isu atau provokasi. Warga diminta memberi kepercayaan pada aparat untuk mengungkap kasus tersebut. Sejauh ini menurut Kapolres, pelaku mengarah pada kriminal bersenjata dan tidak ada kaitan dengan organisasi tertentu. Sebelumnya, sebanyak tujuh orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.(FHD).sumber berita:Metrotvnews.com
| 26-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
20 Juli 2009 23:23 WIB, Timika: Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Papua dibantu personil Tentara Nasional Indonesia, hingga Senin (20/7), terus mengepung kelompok bersenjata yang kerap melakukan penembakan di areal pertambangan PT Freeport. Polda Papua juga menambah pasukan dan pos jaga di daerah rawan tersebut. Menurut Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal FX Bagus Ekodanto, selain menambah pasukan gabungan, juga dilakukan penambahan pos jaga di area rawan di Freeport, Timika, Papua. Pasukan gabungan Polri/TNI ini dikerahkan di 23 pos jaga, di sepanjang mil 38 hingga areal pertambangan Tembaga Pura.(*/RIZ).sumber berita :Metrotvnews.com
| 26-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
25 Juli 2009 04:38 WIB, Yapen Waropen: Kepolisian Daerah Papua menangkap sembilan orang tersangka dari dua kasus gangguan keamanan di Papua, Jumat (24/7) kemarin. Tiga di antaranya merupakan tersangka kasus pendudukan bandara Kapeso. Menurut Wakil Direktur Reserse Kriminal Polda Papua Ajun Komisaris Besar Polisi Ade Sutiana, tiga tersangka kasus pendudukan Bandara Kapeso itu menyerahkan diri ke Kepolisian Resor Yapen Waropen. Mereka juga membawa serta sejumlah pucuk senjata rakitan. Selain itu, polisi juga menangkap enam tersangka kasus penyerangan konvoi kendaraan polisi di Yapen Waropen, 11 Juli lalu. Polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya bendera bintang kejora, belasan pucuk pistol mainan, dokumen Organisasi Papua Merdeka, serta berbagai macam senjata tradisional. Wakil Kepala Polda Papua Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Rianikoni, mengatakan, seluruh tersangka merupakan anggota OPM dari kelompok Kapeso. Mereka melarikan diri ke Kepulauan Yapen setelah polisi menguasai Kapeso awal Mei lalu. Mereka kini mendekam di ruang tahanan Polda Papua dan diancam pasal berlapis, dengan ancaman hukuman 12 hingga 20 tahun penjara.(RIZ). sumber berita:Metrotvnews.com
| 25-07-09 |
|
 |
|
|
![22/07/2009 06:04, Jayapura: Tujuh orang yang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tiba di Direktorat Reserse dan Kriminal Kepolisian Daerah Papua, Selasa (21/7). Polisi membawa mereka untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sampai saat ini ketujuh orang tersebut masih berstatus sebagai saksi. Sebelumnya, ketujuh orang ini ditangkap di dua tempat berbeda. Empat orang ditangkap di Yapen Waropen saat polisi menyisir Kampung Mantembu sehari setelah penyerangan kantor polisi di kampung tersebut. Sementara tiga lainnya menyerahkan diri ke Markas Kepolisian Resor Yapen Waropen [baca: Diduga OPM, Tujuh Orang Ditahan]. Simak selengkapnya dalam video berita ini.(IAN). sumber berita :Liputan6.com( Rubai Kadir, Riyanto Nae )](getThumb.php?cid=AOgAnmQ0UqD5IIJZkxRhH) bekijk
|
22/07/2009 06:04, Jayapura: Tujuh orang yang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tiba di Direktorat Reserse dan Kriminal Kepolisian Daerah Papua, Selasa (21/7). Polisi membawa mereka untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sampai saat ini ketujuh orang tersebut masih berstatus sebagai saksi. Sebelumnya, ketujuh orang ini ditangkap di dua tempat berbeda. Empat orang ditangkap di Yapen Waropen saat polisi menyisir Kampung Mantembu sehari setelah penyerangan kantor polisi di kampung tersebut. Sementara tiga lainnya menyerahkan diri ke Markas Kepolisian Resor Yapen Waropen [baca: Diduga OPM, Tujuh Orang Ditahan]. Simak selengkapnya dalam video berita ini.(IAN). sumber berita :Liputan6.com( Rubai Kadir, Riyanto Nae )
| 25-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
23 Juli 2009 10:42 WIB, Paniai: Ratusan anggota Organisasi Papua Merdeka di Kabupaten Paniai Ainaro, Papua, Kamis (23/7), mengibarkan bendera bintang kejora dan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pengibaran dalam upacara resmi Papua Barat Merdeka. Lagu kebangsaan OPM, Hai Papua Merdeka, berkumandang mengiringi pengibaran kedua bendera itu. Upacara berlangsung secara militer. Pasukan OPM berseragam tampak memegang busur dan senjata tajam. Upacara pun diikuti kaum ibu dan anak-anak. Upacara dipimpin Panglima OPM Markas Komando Daerah Militer (Makodam) IV, Jenderal Thadius Jhony Magayogi. Dalam kesempatan itu, Panglima membantah tuduhan keterlibatan OPM dalam serangkaian penembakan di area PT Freeport Indonesia, Tembagapura. sumber berita:Metrotvnews.com
| 24-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
14 Jul 2009 00:00:00 +0200, An Indonesian human rights investigator discusses the case of murdered Australian Drew Grant: Indonesian military blames separatists for Papua deaths. 15 Jul 2009 01:29:00 +0200, Indonesia's military chief says separatist rebels are likely to be behind a series of bloody ambushes that killed three people, including an Australian, near a giant US-owned mine in Papua. General Djoko Santoso told reporters there are indications the attacks at the Freeport mine were carried out by fighters of the Free Papua Movement or OPM. He did not elaborate on what evidence there was to suggest the guerrillas were behind the shootings, and his comments contradict statements made by senior police in Papua. An OPM commander has reportedly denied involvement. Papua province police chief Bagus Ekodanto says there is nothing to indicate the attacks are the work of separatists. Australian Drew Grant was killed on Saturday, a Freeport guard was killed on Sunday and a policeman was found dead in a ravine after fleeing an ambush. by : VIDEO from Australia Network News
| 21-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
13 Jul 2009 10:27:00 +0200,Mine employees killed in Papua, Indonesia : Indonesian and Australian police are investigating the killings of mine workers - including one Australian - in Papua. by Australia Network News
| 21-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
14 Juli 2009 19:57 WIB, Jakarta: The Indonesian Human Rights Monitor (Imparsial) menduga, kasus penembakan di areal PT Freeport bermuatan politis. "Aparat keamanan terlibat. Motif penembakan jelas ingin mengesankan Papua tidak aman," ujar Direktur Hubungan Eksternal Internal Imparsial Poengky Indarti di Kantor Imparsial, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/7) sore. Menurut Poengky, peran aparat bisa dilihat dari aksi penyerang yang sangat terlatih dan menguasai medan. Mereka bisa menembak sasaran dari jarak jauh. Dan, dalam konteks ini, tambah dia, kecil kemungkinan penembakan dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM). "OPM hanya menggunakan senjata laras pendek dan panah," kata Poengky.(*). sumber berita: Metrotvnews.com
| 14-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
14 Juli 2009 13:58 WIB, Sentani: Keluarga Bripda Barson, korban penembakan di Timika, Papua, menyambut jenazah dengan isak tangis saat jenazah tiba di Bandara Sentani, Papua, Selasa (14/7). Jenazah Bripda Marson tiba di Bandara Sentani pukul 11.45 WIT. Istri Bripda Marson ditemani ibunya ikut menyambut jenazah di bandara sebelum dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Bripda Marson adalah anggota Satgas Amole, tim pengamanan areal PT Freeport. Saat kejadian Bripda Marson sedang mengawal beberapa staf PT Freeport. Saat tiba di mile 52 rombongan dihadang sekelompok orang bersenjata. Salah seorang satpam PT Freeport Markus Rante Allo tewas tertembak. Sedangkan Bripda Marson ditemukan tewas di dalam jurang di areal mile 64. Bripda Marson meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Jenazah Bripda Marson akan dimakamkan Rabu (15/7) siang besok karena masih menunggu kedatangan orang tuanya dari Maluku. Sedangkan jenazah Markus Ratte Alo, warga asal Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, tiba di kampung halamannya di Desa Tonglo, Kecamatan Rante Tayo, Tana Toraja. Ia tewas tertembak di kawasan PT Freeport. Kedatangan jenazah sudah ditunggu keluarga dan warga sejak Selasa pagi. Istri korban, Dinasti, terlihat sangat terpukul atas musibah ini. Dinasti mengaku tegar meski ia sedang mengandung anak kedua. Kakak korban, Yulinus, mengatakan, keluarga sudah sepakat memakamkan jenazah Markus pekan depan. Pihak keluarga berharap pelaku penembakan dapat ditangkap dan diadili. Markus merupakan salah satu dari tiga korban tewas akibat penembakkan orang tidak dikenal di kawasan pertambangan PT Freeport. Markus adalah petugas keamanan pengawal logistik yang sudah bekerja selama tujuh tahun.(DOR).sumber berita: Metrotvnews.com
| 14-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
14 Juli 2009 12:06 WIB, Jakarta: Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri mengatakan, Mabes Polri telah mengirimkan tim untuk menyisir lokasi penembakan di wilayah Timika, Papua. Hal tersebut diutarakan Kapolri di Jakarta, Selasa (14/7). Menurut Kapolri, untuk mengantisipasi kejadian berulang tim Mabes Polri bersama TNI akan melakukan operasi terpadu untuk menumpas kelompok bersenjata di Papua. Penembakkan kembali terjadi di Papua sejak Sabtu lalu. Korban tewas, baik polisi maupun karyawan PT Freeport, berjatuhan.(DOR).sumber berita:Metrotvnews.com
| 14-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
14 Juli 2009 10:11 WIB, Jayapura: Jenazah Bripda Marson Patipulohi, Selasa (14/7) pagi ini diberangkatkan dari Timika menuju Jayapura, Papua. Jenazah akan diserahkan ke kesatuannya di Propam Polda Papua. Jenazah anggota Propam Satgaspam Amole VI yang ditemukan tewas di mile 52, Bripda Marson, dibawa menggunakan pesawat Garuda. Semula, jenazah diotopsi di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika dan disemayamkan di Markas Polres Mimika. Jenazah dilepas dengan upacara sebelum diberangkatkan dari Bandara Mozes Kilangan, Timika. Dalam upacara itu ikut hadir Kapolres Mimika Dansatgaspam Amole VI dan perwakilan PT Freeport Indonesia. Korban dinyatakan hilang sejak Ahad pag. Korban ditemukan kemarin siang di dalam jurang dalam kondisi tewas. Semula, korban mengikuti rombongan pembawa logistik ke Tembagapura. Rombongan ini diserang kelompok bersenjata di mile 51. Karena medan yang sulit jenazah baru kemarin sore berhasil diangkat dan dibawa ke Kuala Kencana. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait kematian Bripda Marson. Ia adalah korban ketiga yang tewas dalam serangkaian penyerangan bersenjata di areal pertambangan PT Freeport Indonesia sejak Sabtu lalu.(DOR). sumber berita: Metrotvnews.com
| 14-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
13 Juli 2009 22:13 WIB, Makassar: Jenazah Markus Ranteallo, anggota keamanan PT Freeport Indonesia yang menjadi korban penembakan kelompok tak dikenal, tiba di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (13/7) malam. Jenazah yang diangkut dengan pesawat dari Timika, Papua, itu selanjutnya akan dimakamkan di kampung halamannya di Tana Toraja. Pesawat yang mengangkut jenazah Markus tiba di Bandar Udara Hasanuddin, Makassar, sekitar pukul 22.00 WITA. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga oleh staf PT Freeport Indonesia. Keluarga menerima jenazah Markus dengan tangis kesedihan. Markus adalah salah seorang korban insiden penembakan terhadap mobil PT Freeport yang sedang mengangkut logistik ke Tembagapura. Dua rekan Markus mengalami luka tembak dalam insiden tersebut.(DSY).sumber berita: Metrotvnews.com
| 14-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
13 Juli 2009 17:08 WIB, Timika: Jenazah Markus Ranteallo, anggota keamanan PT Freeport Indonesia yang tertembak kemarin, sore ini dikirim ke Makassar, Sulawesi Selatan. Jenazah selanjutnya akan dimakamkan di kampung halamannya di Tana Toraja. Dengan diantar ratusan kerabat dan teman sejawat, jenazah Markus dibawa ke Bandar Udara Mozes Kilangin, Timika, siang waktu Papua. Markus yang sudah bekerja selama tiga tahun sebagai petugas sekuriti PT Freeport Indonesia tewas tertembak kemarin siang. Markus bersama rekan-rekannya diserang kelompok besenjata di Mil 51 saat mengantarkan logistik ke Tembagapura. Sementara dua rekan Markus mengalami luka tembak akibat serangan ini.(DSY).sumber berita: Metrotvnews.com
| 14-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
13 Juli 2009 18:20 WIB, Jakarta: Kepala Dinas Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XVII Cendrawasih Letnan Kolonel Susilo membantah isu yang beredar bahwa lima anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ditangkap terkait pembunuhan yang terjadi di areal PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Timika, Papua. Menurut Kapendam, pelaku penembakan adalah anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kelik Wali. Insiden penembakan warga di Mill 53, areal PT Freeport Indonesia pada Sabtu silam itu menewaskan Drew Nicholas Grant, warga Australia yang bekerja di Freeport Indonesia. Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi F.X. Bagus Ekodanto mengatakan, sampai saat ini sudah sebelas saksi yang diperiksa. Namun, belum ada satu pun saksi yang ditetapkan menjadi tersangka. Dia juga membatah, polisi sudah meringkus tiga anggota OPM dalam kasus ini.(DSY). sumber berita:Metrotvnews.com
| 14-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
13 Juli 2009 18:15 WIB, Tembagapura: Satu anggota polisi ditemukan tewas di lokasi baku tembak yang menewaskan anggota sekuriti PT Freeport Indonesia, Ahad kemarin. Brigadir Dua Polisi Marsom yang bertugas di Kepolisian Daerah Papua tersebut ditemukan masih mengenakan seragam lengkap. Insiden penembakan oleh kelompok tak dikenal itu terjadi kemarin, Ahad (12/7) di kawasan PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Papua. Penembakan dilakukan kelompok tak dikenal terhadap iringan kendaraan yang membawa logistik menuju Tembagapura di Mil 51, sekitar pukul 10.30 WIT atau pukul 08.30 WIB. Anggota sekuriti Freeport, Markus Rafiallo tewas di tempat. Sementara dua lainnya mengalami luka-luka. Namun, masih di lokasi penembakan, hari ini, polisi justru menemukan jenazah satu anggota polisi, Bripda Marsom. Menurut Kepala Divis Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Nanan Sukarna, jenazah Marsom ditemukan di dalam jurang.(DSY). sumber berita:Metrotvnews.com
| 14-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
13 Juli 2009 17:36 WIB, Kepulauan Yapen: Pasca-baku tembak antara polisi dan Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Organisasi Papua Merdeka (OPM), kondisi Kampung Mantembu, Kepulauan Yapen, Papua, kembali normal. Namun, polisi masih berjaga di sekitar lokasi. Polisi juga mengingatkan warga agar segera melapor apabila melihat kelompok bersenjata memasuki kampung mereka. Sebelumnya terjadi kontak tembak antara sembilan anggota Kepolisia Resor Kepulauan Yapen yang berpatroli dan anggota TPN OPM. Pasukan polisi tiba-tiba diserang dengan senjata otomatis dan mortir. Peristiwa itu diduga dipicu tertangkapnya dua warga yang diduga anggota TPN OPM. Saat ini, polisi masih mengejar pelaku yang diduga anggota kelompok OPM pimpinan Alex. Sejumlah barang bukti yahg ditemukan di lokasi sudah disita oleh polisi. Namun, polisi mengingatkan warga agar segera melapor apabila melihat sekelompok orang bersenjata memasuki kampung mereka.(DSY). sumber berita:Metrotvnews.com
| 14-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
13 Juli 2009 14:24 WIB, Yapen: Pejabat, polisi, dan tokoh adat Kabupaten Kepuluan Yapen, meminta kelompok perusuh di Papua menyetop aksi mereka. Pasalnya, ulah mereka sangat mengganggu aktivitas warga setempat. Permintaan disampaikan usai semua pejabat di Yapen menggelar pertemuan di Kantor Bupati Kepulauan Yapen, Senin (13/7). Kuat dugaan, penyerang polisi di Kampung Mantembu adalah kelompok Organisasi Papua Merdeka pimpinan Aleks Makabori. Mereka menyerang ketika sedang bergerak dari Mamberamo Raya menuju Diki Imbiro.(ICH) sunber berita:Metrotvnews.com
| 14-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
13 Juli 2009 12:15 WIB, Papua: Polisi Kepulauan Yapen, Papua, kembali terlibat baku tembak dengan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPNOPM), baru-baru ini. "Perang" dipicu penangkapan dua warga yang diduga anggota TPNOPM. Baku tembak cukup sengit. Sembilan polisi yang tengah berpatroli tiba-tiba diberondong tembakan dan mortir di Kampung Mantembu, Kelurahan Ano Taurei, Yapen. Sembilan polisi sempat terpencar sebelum akhirnya membalas serangan. Pelaksana Tugas Humas Polda Papua Ajun Komisaris Besar Polisi Murhabri mengatakan, tak ada korban dalam serangan ini. Polisi kini masih mengejar pelaku yang diduga anggota kelompok OPM pimpinan Alex. Sejumlah barang bukti yahg ditemukan di lokasi sudah disita.(ICH) sumber berita: Metrotvnews.com
| 14-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
13 Juli 2009 01:19 WIB, Timika: Polisi Federal Australia mendatangkan lima personel untuk bergabung bersama Polri guna mengungkap kasus penembakan warga Australia di areal pertambangan PT Freeport Indonesia di Timika, Papua. Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi FX Bagus Ekodanto mengungkapkan hal itu saat jumpa pers, Ahad (12/7) malam. Menurutnya, Polda Papua akan menambah pengamanan antara mil 50 hingga 74. Selain itu polisi juga akan memperketat patroli dan pengamanan kendaraan dari dan ke Tembagapura. Selain itu akan ada pengamanan khusus di lokasi perumahan karyawan PT Freeport di Kuala Kencana dan Tembagapura, khususnya bagi tenaga kerja asing. Ahad siang sempat terjadi kontak tembak antara angota Detasemen Khusus 88 Antiteror dan kelompok bersenjata. Penembakan terjadi saat petugas akan mengamankan tempat kejadian perkara di mil 53. Drew Nicholas, tewas tertembak saat melintas di mil 53 bersama tiga rekannya menuju Tembagapura, Sabtu lalu.(RIZ), sumber berita:Metrotvnews.com
| 14-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
12 Juli 2009 05:34 WIB, Tangerang: Jenazah Drew Nicholas Grant, warga Australia yang menjadi korban penembakan di Papua, tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (11/7). Jenazah diangkut pesawat carteran Airfast P.K. Oct. Tak lama berada di bandara, jenazah Grant kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, dengan pengawalan ketat. Sejumlah rekan korban mengiringi jenazah. Tapi tak satu pun dari mereka bersedia memberikan keterangan. Grant ditembak ketika hendak bermain golf bersama dengan tiga temannya. Kendaraan mereka diserang kelompok bersenjata di tengah perjalanan dari Tembagapura menuju Kuala Kencana. sumber berita: Metrotvnews.com
| 12-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
11 Juli 2009 21:12 WIB, Jakarta: Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi F.X. Bagus Ekodanto menyatakan pihaknya masih menyelidiki kasus penembakan di Timika, Papua, Sabtu pagi tadi waktu setempat. Sejauh ini, polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Insiden ini menewaskan Drew Grant, karyawan PT Freeport Indonesia asal Australia. Kapolda mengatakan, insiden penembakan itu terjadi sekitar pukul 05.40 WIT. Saat itu, korban bersama tiga rekannya sedang menaiki kendaraan. Sedianya, mereka akan golf. Saat melintasi sebuah turunan yang berkelok, tiba-tiba terdengar tembakan. Dari hasil olah TKP diketahui bahwa tembakan pelaku mengenai bagian kap mobil di atas sopir. Dan peluru tersebut tembus, hingga mengenai korban yang duduk di kursi belakang sopir. Kapolda mengaku belum bisa mendapatkan data pelaku penembakan ini. Ia masih menunggu hasil penyelidikan dari olah TKP tersebut. Di TKP, tim penyelidik menemukan tiga selongsong peluru kaliber 5,6 milimeter dan proyektil. Tidak jauh dari TKP rupanya ada mobil milik kepala Kepolisian Sektor Tembagapura. Mobil itu dikabarkan mogok sejak tadi malam. Dan mobil itu pun sempat menjadi sasaran penembakan pelaku. Menurut Kapolda, dua korban selamat sudah diizinkan pulang. Namun, diakui mereka mengalami syock setelah mengetahui rekannya, Drew Grant, tewas. Hingga kini jenazah Grant masih disemayamkan di Timika, Papua. Rencananya, jenazah akan dibawa ke Jakarta, kemudian ke negeri asalnya, Australia. Namun, pihak Freeport belum bisa memastikan kapan jenazah akan dibawa ke Australia. Drew Grant sebelumnya menjabat sebagai Technical Expert Konstruksi di PT Freeport Indonesia. Sementara korban selamat yang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Kuala Kencana, yaitu Lucan Digs, Maju Panjaitan dan Lia Madandan dan Bill Dillon.(DSY), sumber berita:Metrotvnews.com
| 12-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
12 Juli 2009 14:05 WIB, Mimika: Penembakan kembali terjadi di mil 51 areal pertambangan PT Freeport, Kabupaten Mimika, Papua, Ahad (12/7). Rombongan petugas keamanan diserang kelompok bersenjata. Tiga petugas tertembak, seorang di antaranya tewas. Insiden ini hanya berselang sehari pascapenembakan yang menewaskan warga Australia. Penembakan kali ini ditujukan ke iringan kendaraan yang membawa logistik menuju Tembagapura sekitar pukul 10.30 menit WIT atau 8.30 WIB. Korban penembakan adalah Markus Ranteallo, Edi Jawaro dan Piter Bunga. Markus dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 12.00 WIT. Sejauh ini belum diperoleh keterangan resmi terkait insiden tersebut. Di saat bersamaan, anggota Detasemen Khusus 88 juga terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata. Akibatnya dua personil Densus 88 terluka. Belum ada keterangan resmi mengenai peristiwa itu. Pascainsiden, razia dilakukan untuk pengamanan ke PT Freeport.(RAS) sumber berita: Metrotvnews.com
| 12-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
07/07/2009 10:01, Jayapura: Pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) di lima kabupaten hasil pemekaran di pedalaman Papua terancam tertunda. Kelima kabupaten tersebut adalah Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Nduga, Kabupaten Puncak, Kabupaten Lani Jaya, dan Kabupaten Mamberamo Tengah. Hal ini terungkap dalam pertemuan yang digelar Kepolisian Daerah Papua dan Panglima Kodam Papua dengan masing-masing Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah. Dalam pertemuan yang digelar di Jayapura, Senin (6/7) hadir pula anggota DPR dan ketua-ketua adat. Ancaman tertundanya pelaksanaan pilpres lantaran logistik belum semuanya didistribusikan di lima kabupaten tersebut. Pasalnya, pengiriman logistik menggunakan pesawat udara perintis ditunda akibat cuaca buruk. Hingga hari ini, pendistribusian logistik di Papua baru mencapai 84 persen. Untuk selengkapnya simak video berita ini.(IAN/AND). sumber berita:Liputan6.com
| 07-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
04-juli-2009, Belanda ( Utrecht ) Konsensus Nasional Papua, Pertemuan Masyarakat Papua di kota Utrecht untuk membicarakan bersama tentang surat undagan dari ketua Panitia Konsensus Nasional Papua ( KNP ) tuan Markus. Haluk, oleh WPVideo News online
| 05-07-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
24 Juni 2009 16:09 WIB, Jayapura: Kasus penembakan terhadap anggota polisi di Papua kembali terjadi. Seorang anggota Brimob Polda Papua, Rabu (24/6), tewas ditembak kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Goliath Tabuni di Puncak Jaya, Papua. Anggota Detasemen A Brimob Polda Papua bernama Bripda Ahmad itu tewas ditembak sekitar pukul 13.00 waktu Indonesia timur. Saat itu mobil patroli yang ditumpangi Bripda Ahmad dihadang gerombolan bersenjata di Kampung Wanoba Kabupaten Puncak Jaya. Jenazah almarhum kemudian dibawa ke Jayapura dengan menggunakan pesawat milik Polri. Jenazah mendarat di Bandara Sentani sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Kedatangan jenazah disambut Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi F.X. Bagus Eko Danto. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura.(DOR), sumber berita:Metrotvnews.com
| 26-06-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
25 Juni 2009 10:09 WIB , Jayapura: Bentrokan antarmahasiswa terjadi di Kampus Universitas Cendrawasih, Jayapura, Papua, Kamis (25/6). Bentrokan bermula saat sekelompok Menwa memblokir pintu masuk kampus. Para anggota Menwa ini melarang dosen dan mahasiswa lainnya memasuki areal kampus. Akibatnya, sejumlah mahasiswa yang kesal terlibat perkelahian dengan para anggota Menwa. Perkelahian antara Menwa dengan mahasiswa mulai mereda setelah sejumlah dosen melerai kedua pihak. Pihak Kampus Universitas Cendrawasih juga bernegosiasi dengan anggota Menwa agar mengakhiri aksi pemblokiran di pintu masuk. Tiga jam kemudian aksi ini berakhir. Aktivitas perkuliahan di Kampus Universitas Cendrawasih kembali berjalan normal. Menurut keterangan pihak kampus, peristiwa ini dipicu pemukulan terhadap seorang anggota Menwa saat bertugas, Rabu malam. Peristiwa pemukulan kembali terjadi Kamis pagi. Yak ayal, kejadian ini menyulut protes para anggota Menwa. Hingga kini belum jelas identitas pelaku pemukulan tersebut.(DOR). sumber berita: Metrotvnews.com
| 26-06-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
24 Juni 2009 10:05 WIB, Merauke: Sebanyak lima warga negara Australia yang ditahan di Merauke, Papua, akhirnya diperbolehkan pulang ke negara mereka, Rabu (24/6) pagi. Kelima warga Australia tersebut adalah pasangan suami-istri William Scott Boxam, Vera, Hubert Hofer, Karen Burke dan Keith Ronald Mortimer. Mereka ditahan di Merauke selama lebih dari sembilan bulan. Dengan menggunakan pesawat pribadi mereka terbang dari Bandara Opah, Merauke, menuju Australia, sekitar pukul 07.42 waktu Indonesia timur. Proses kepulangan mereka sempat tertunda, sebab petugas Kejaksaan Negeri Papua mengaku belum menerima salinan asli putusan pencabutan pencekalan dari Kejaksaan Agung. Semula, kelima warga negara Australia ini divonis tiga dan dua tahun penjara akibat melanggar undang-undang penerbangan dengan memasuki wilayah Indonesia secara ilegal, September tahun lalu. Namun, dalam banding di tingkat Pengadilan Tinggi Papua kelimanya dinyatakan tidak bersalah. Vonis banding tersebut diperkuat keputusan Mahkamah Agung yang membebaskan kelimanya, pekan lalu.(DOR). sumber berita:Metrotvnews.com
| 26-06-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
20 Juni 2009 20:14 WIB, Jakarta: Percepatan pembangunan ekonomi, pendidikan dan infrastruktur lainnya di Papua, menjadi alat paling strategis dalam menghindari berkembangnya isu separatisme di Papua. Hal itu tercetus dalam Seminar Masyarakat Papua di Jakarta, Sabtu (20/6). Seminar ini digelar untuk mengenang mantan Gubernur Papua Izaac Hindom Rohrohmana. Seminar diikuti ratusan warga, tokoh adat dan tokoh agama Papua. Seminar berintikan permintaan masyarakat Papua kepada pemerintah pusat untuk menyediakan dan mengawasi dana untuk membangun Papua. Menurut salah seorang tokoh adat Papua, Tom Beanal, selama ini dana pembangunan untuk Papua yang tidak sampai ke masyarakat karena dugaan dikorupsi. Selain itu, beberapa warga juga mengharapkan pemerintah untuk segera memperhatikan nasib wanita dan anak-anak di pedalaman Papua. Warga mengharapkan pemerintah untuk segera membangun sekolah-sekolah dan rumah sakit.(DSY): sumber berita: Metrotvnews.com
| 20-06-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
20 Juni 2009 18:08 WIB, Jayapura: Calon presiden Jusuf Kalla berjanji akan menerapkan otonomi daerah yang efektif bagi Papua, jika ia terpilih dalam Pemilihan Presiden 2009. Janji ini disampaikan JK dalam kampanye dialogisnya di Gedung Olahraga Cendrawasih Jayapura, Papua, Sabtu (20/6). JK juga menyatakan prihatin atas ngawurnya pengelolaan sumber daya alam hanya karena faktor kepemimpinan yang lemah. Karena itu JK meminta warga Papua untuk memilih pemimpin yang pro terhadap kepentingan bangsa. Kampanye capres dari Partai Golongan Karya dan Hati Nurani Rakyat ini juga dihadiri para pemain Persipura dan suporternya. JK dan rombongan tiba di Bandar Udara Sentani Jayapura, sekitar pukul 11.50 WIT. JK datang bersama istri dan sejumlah tim sukses dengan pesawat Boeing Busines Jet milik anggota Dewan Penasihat Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Masyarakat Papua langsung mengukuhkan JK sebagai Anak Adat yang dinilai pantas memimpin bangsa menjadi lebih baik. Hal itu dibuktikan dengan upacara adat injak piring yang merupakan simbol pengangkatan seseorang sebagai Anak Adat Papua. Para tokoh adat Papua menilai JK pantas dinobatkan sebagai pemimpin bangsa. Tidak hanya karena kharisma kepemimpinannya, tetapi juga karena perannya dalam mendamaikan konflik di berbagai daerah. Mereka yakin JK juga akan membawa damai dan kemajuan bagi Bumi Papua yang kaya dengan sumber daya alam.(DSY) :Metrotvnews.com
| 20-06-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
20 Juni 2009 12:22 WIB, Jayapura: Calon presiden Partai Golkar dan Partai Hanura, Jusuf Kalla, Sabtu (20/6) hari ini, berkampanye di Jayapura, Papua. Bersama rombongan Kalla berangkat pagi. Begitu tiba di Bandara Sentani, Jayapura, Jusuf Kalla didaulat mengikuti upacara adat injak piring yang dipimpin oleh Kepala Adat atau Ondoafi Ramses Ohee. Pengangkatan Kalla sebagai anak adat Papua dilakukan karena warga Papua menilai saudagar itu pantas memimpin bangsa. Kalla dinilai bertangan dingin karena berhasil mendamaikan konflik yang terjadi di berbagai daerah. Kalla bersama Wiranto sebagai pasangan Nusantara dianggap dapat mewakili Indonesia timur. Kampanye juga dihadiri Tim Mutiara Hitam atau kesebelasan Persipura.(DOR). sumber berita:Metrotvnews.com
| 20-06-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
15 Juni 2009 5:10 WIB, Papua: Kebakaran yang meluluhlantakkan Kantor Bupati dan Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Paniai, Papua, diduga disengaja. Polisi, kemarin, menemukan jeriken berisi minyak tanah di lokasi kejadian. Namun, sejauh ini, kepolisian setempat belum berani menyimpulkan penyebab pasti kebakaran. Yang jelas, polisi masih terus menyelidiki kasus ini. Kebakaran yang menghanguskan Kantor Bupati dan Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Paniai, kemarin sekitar pukul 20.30 WIT. Kedua kantor yang terbakar terletak berdampingan di Kompleks Perkantoran Pemda Paniai di Distrik Madi. Saksi mata menuturkan, api kali pertama berasal dari bagian belakang Kantor Bupati. Petugas pemadam kebakaran dibantu warga berupaya memadamkan api namun kobaran api baru bisa dikuasai sekitar 3 jam setelah kebakaran.(ICH). sumber berita:Metrotvnews.com
| 15-06-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
12 Juni 2009 22:19 WIB, Papua: Pendudukan di lapangan terbang perintis Kapeso, Papua, berakhir. Bendera Bintang Kejora yang sudah berkibar hampir sebulan di landasan terbang itu juga sudah diturunkan. Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi F.X. Bagus Ekodanto mengatakan, lapangan terbang perintis Kapeso berhasil direbut tanpa pertumpahan darah. Anggota Organisasi Pepua Merdeka (OPM) yang menduduki lapangan terbang tiba-tiba angkat kaki. Tidak jelas kemana anggota OPM itu kabur, termasuk pula pimpinannya, Decky Imbiri. Menurut Bagus, kemungkinan mereka sudah kabur sejak terjadi kontak tembak pada 3 Juni silam. Meski sudah bebas, toh aktivitas di landasan perintis Kapeso belum normal. Polda Papua juga masih menyiagakan 120 polisi di Kampung Kapeso. Penjagaan akan berlangsung sampai pemilihan presiden, 8 Juli 2009.(ICH). sumber berita:Metrotvnews.com
| 13-06-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
08/06/2009 23:54, Jayapura: Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Widodo AS bersama Kapolri Bambang Hendarso Danuri berkunjung ke Papua untuk meninjau situasi keamanan. Menjelang pemilu pilpres, situasi keamanan di Papua memang agak memanas. Sejumlah aksi separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah mengganggu aktivitas warga. Lapangan terbang di Kapeso bahkan sempat diduduki OPM meski hari ini lapangan terbang sudah dibersihkan dari pendudukan separatis. (AND/JUM).sumber berita:Tim Liputan 6 SCTV
| 10-06-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
07/06/2009 05:21, Membramo: Inspektur Jenderal Polisi FX Bagus Ekodanto, Kepala Kepolisian Daerah Papua, di Membramo, Sabtu (6/6), menyatakan kelompok bersenjata dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Deki Embiri masih menguasai lapangan terbang Kapeso. Mereka bertahan dengan membuat bunker pertahanan di sekitar lapangan terbang. Pendudukan ini sudah memasuki pekan ketiga. Namun demikian, Kapolda optimis pembebasan tinggal menunggu waktu saja. Pasalnya, pasukan Brigade Mobil Polda Papua sudah mempersempit ruang gerak pasukan Deki Embiri pada radius 300 meter. Upaya persuasif juga masih terus diupayakan mengingat pasukan Deki Embiri memanfaatkan warga sipil sebagai tameng hidup.sumber berita: liputan6.com
| 08-06-09 |
|
 |
|
|
![07/06/2009 17:42, Mamberamo: Bandar udara Kapeso di Distrik Mamberamo, Papua, yang dkuasai kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka sejak tiga pekan terakhir, secara perlahan mulai bisa dikuasai polisi. Kendati demikian, menurut Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi F.X. Bagus Ekodanto, Ahad (7/6), belum ada satu pun pesawat yang berani mendarat. Bahkan, bendera Bintang Kejora yang ada di sekitar Bandara Kasepo juga belum diturunkan. Sementara kelompok bersenjata yang dipimpin Decki Embiri dikabarkan sudah melarikan diri ke hutan Ampawer [baca: Penyergapan di Bandara Kapeso, Tiga Tewas]. sumber berita: liputan6.com](getThumb.php?cid=AOUW7mQdR428poZaT3XD1) bekijk
|
07/06/2009 17:42, Mamberamo: Bandar udara Kapeso di Distrik Mamberamo, Papua, yang dkuasai kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka sejak tiga pekan terakhir, secara perlahan mulai bisa dikuasai polisi. Kendati demikian, menurut Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi F.X. Bagus Ekodanto, Ahad (7/6), belum ada satu pun pesawat yang berani mendarat. Bahkan, bendera Bintang Kejora yang ada di sekitar Bandara Kasepo juga belum diturunkan. Sementara kelompok bersenjata yang dipimpin Decki Embiri dikabarkan sudah melarikan diri ke hutan Ampawer [baca: Penyergapan di Bandara Kapeso, Tiga Tewas]. sumber berita: liputan6.com
| 07-06-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
06 Juni 2009 20:05 WIB, Mamberamo: Gerombolan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sudah dipukul mundur dari garis depan Kampung Kapeso, Memberamo, Papua, Sabtu (6/6). Dua anggota OPM tewas tertembak. Namun, situasi di Kapeso, belum benar-benar aman. Gerombolan OPM belum mau mundur dan kini terkonsentrasi di sekitar lapangan terbang perintis Kapeso. Baku tembak antara OPM dengan pasukan gabungan Densus 88 dan Brimob Polda Papua pecah di Kanal Suwandi. Perang terjadi karena OPM lebih dulu menyerang pasukan gabungan saat turun dari perahu. Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Polisi F.X. Bagus Eko Danto mengatakan, polisi sudah menguasai rumah yang menjadi basis pertahanan OPM. Polisi menyita 4 senjata rakitan mirip jenis moser, AK-47, dan sejumlah dokumen. Gerombolan separatis dipimpin Deki Embri, mantan tentara. Mereka sudah mengepung Kampung Kapeso dan lapangan terbang perintis sejak 13 Mei 2009. Kelompok pemberontak ini pun merekrut sekitar 150 anggota baru.(ICH). sumber berita:Metrotvnews.com
| 06-06-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
In this short interview Benny Wenda, the leader of the West Papuan Independence Movement explains how the Indonesians invaded his country in 1963 and why nearly half a century later the West Papuans are still fighting for their self-determination and freedom. by Claudio von Planta
| 06-06-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
28 Mei 2009 21:15 WIB,Jayapura: Aksi kelompok pengacau keamanan di Jayapura, Papua, marak. Personel Kepolisian Sektor Kota Jayapura terpaksa mengawal warga dari gangguan kelompok orang bersenjata. Pengawalan juga melibatkan puluhan anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Papua. Hingga Kamis (28/5), polisi terus melakukan pengawasan ketat di sekitar wilayah pegunungan Tanah Hitam dan rumah penduduk di perkampungan Selayar. Kontak senjata sempat terjadi antara pasukan Brimob dan kelompok pengganggu keamanan di wilayah Abepura, Papua. Dalam dua hari belakangan, warga Tanah Hitam juga merasa resah. Mereka kerap mendengar tembakan dari kelompok masyarakat bersenjata dari arah gunung. Akibat ini warga tak bisa leluasa memanen hasil pertanian. Dari hasil penyisiran yang dilakukan hingga ke wilayah pegunungan, polisi menemukan beberapa barang bukti, berupa senjata tradisional, seperti panah, parang dan kampak yang dibuang gerombolan pengacau. Polisi juga menemukan satu pos milik kelompok tersebut yang sudah kosong. Gangguan kelompok bersenjata di bukan kali ini terjadi di Papua. Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka terus melakukan aksi mengganggu ketentraman warga. Setelah menembaki anggota Brimob di Puncak Jaya, mereka juga menguasai bandara perintis di Mamberamo Hilir. Untuk mengatasi gangguan keamanan ini, Polda Papua menambah pasukan Brimob ke lokasi ini.(BEY). sumber berita:Metrotvnews.com
| 01-06-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
25 Mei 2009 20:11 WIB, Mamberamo Raya: Hingga hari ke 13 pascadikuasai Bandara Kapeso, Distrik Mamberamo Hilir, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), polisi belum berhasil merebut kembali bandara tersebut. Negosiasi yang dilakukan belum membuahkan hasil. Untuk mempercepat proses pemulihan keamanan di sekitar Kapeso, rencananya Selasa (26/5) besok petang, Kepolisian Daerah Papua akan kembali mengirim satu SSK Brimob. Padahal sebelumnya, Polda Papua telah mengirim satu SSK Brimob dan tim Densus 88 ke lokasi. Saat itu, pasukan Brimob ditembaki oleh kelompok OPM pimpinan Decky Mbri. Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Polisi FX Bagus Ekodanto mengaku masih akan menggunakan cara persuasif sambil menunggu negosiasi yang juga dibantu Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya. Kapolda Papua berjanji akan segera memulihkan keamanan Kampung Kapeso dalam waktu dua hari.(FHD). sumber berita:Metrotvnews.com
| 26-05-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
23/05/2009 05:19, Mamberamo: Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) sampai Jumat (22/5) masih menguasai lapangan terbang Kapeso di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua. Menurut Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jendral Bagus Eko Danto, pendudukan lapangan terbang perintis oleh sekelompok separatis telah melumpuhkan aktivitas penerbangan. Kelompok sparatis yang dipimpin Alex Wakabori dan Deky Imbiri ini, kata Kapolda, melengkapi diri dengan senjata api. Untuk memulihkan situasi, Polda Papua telah mengirim satu satuan setingkat kompi (SSK) Brimob, Rabu lalu. Pasukan ini telah diberangkatkan dari Jayapura menggunakan KM Papua II. Karena lokasinya cukup jauh diperkirakan pasukan akan sampai di Mamberamo hari ini setelah menempuh perjalanan tiga setengah hari. Dua hari di antaranya ditempuh dengan berjalan kaki. Kapolda menjelaskan, sebelum bertindak tegas, polisi akan berupaya melakukan negosiasi. Sejauh ini belum diketahui secara jelas motif dibalik pendudukan lapangan terbang perintis Kasepo oleh kelompok sparatis itu. Selama ini upaya negosiasi yang dilakukan tokoh agama, pemuka masyarakat, dan mahasiswa masih terus dilakukan. Tindakan tegas baru akan dilakukan jika kelompok sparatis melakukan perlawanan. .(IAN), sumber berita:SCTV ( liputan6.com )
| 24-05-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
Sabtu, 23 Mei 2009 3:01 WIB, Biak: Jenazah Mekson Oga, korban kecelakan pesawat Hercules, tiba di Bandar Udara Kasiepo, Biak, Papua, Jumat (22/5) dan disemayamkan di rumah duka di Komplek Mandiri, pangkalan militer STAB Biak. Kedatangannya diiringi isak tangis keluarga. Rencananya jenazah Mekson dikebumikan di pemakaman umum di Biak. Selama dua bulan belakangan, Mekson tinggal di Jakarta bersama pamannya. Dia pulang ke Biak untuk mengikuti program kelompok belajar paket A. Pihak keluarga mengatakan Mekson memiliki saudara TNI di Angkatan Udara yang bertugas di Pangkalanb Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pengiriman telat karena faktor identifikasi jenazah. Mekson ditemukan tidak bernyawa di lokasi kecelakaan Hercules. Dia membawa kartu tanda penduduk beralamatkan di Timika, Papua. Padahal Mekson tinggal di Biak.(RAS). sumber berita: Metrotvnews.com
| 23-05-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
19 Mei 2009 17:17 WIB, Jakarta: Sejak Ahad hingga hari ini Bandar Udara Perintis Kaisepo, Membramo, Papua, dikuasai oleh kelompok bersenjata dari Organisasi Papua Merdeka. Kepolisian Daerah Papua sudah mengirim pasukan ke lokasi untuk mengamankan dan kembali mengambil-alih bandara. Dalam telewicara dengan Metro TV, Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Polisi F.X. Bagus Ekodanto membenarkan bahwa Polda Papua sudah mengirimkan pasukan dari Freeport ke Membramo. Pengiriman pasukan itu menyusul laporan dan permintaan dari masyarakat Membramo dan bupati Membramo Raya atas pendudukan Bandara Perintis Kaisepo oleh kelompok bersenjata. Bagus mengatakan, untuk menuju lokasi dibutuhkan waktu tempuh selama dua hari. Dan itu pun hanya bisa ditempuh dengan pesawat perintis dari Jayapura. Menurut Bagus, kondisi di Membramo memang cukup genting. Sekelompok masyarakat sudah menguasai lapangan terbang dan melarang warga sekitar untuk ke luar wilayah. Selain mengirim pasukan, Bagus mengatakan, Polda Papua sudah berkoordinasi dengan pihak gereja dan tokoh masyarakat serta adat. Polda memberi kesempatan kepada mereka untuk bernegosiasi dengan kelompok yang menduduki bandara. Jika negosiasi tidak berbuah hasil, Polda Papua akan mengambil tindakan untuk merebut kembali bandara dan menormalisasikan situasi Membramo Raya.(DSY) sumber berita:Metrotvnews.com
| 19-05-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
15/05/2009 09:14, Presiden Yudhoyono Temui PM Papua Nugini. Pertemuan ini membahas isu terkini kedua negara. Salah satunya mengenai proses pemulangan ratusan WNI yang ada di Papua Nugini. sumber berita:liputan6.com
| 15-05-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
18-04-2009, Mr. Nicolaas Jouwe (sr) gave his report and talk about his vision on West Papua. He was talking about giving up, the indonesian special autonomy and peaceful dialogue with Indonesia. Not every one support his vision. West Papuan people will never give up HOPE, we will truggle on! Papua Merdeka! by WPvideo news on line
| 19-04-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
15 April 2009 15:01 WIB, Puncak Jaya: Baku tembak terjadi antara Brigade Mobil Kepolisian Daerah Papua dan Organisasi Papua Merdeka di Distrik Nambut, Puncak Jaya, Papua, Rabu (15/4) sekitar pukul 11.45 WIT. Seorang anggota Brimob tewas. Tak hanya korban tewas, tujuh orang terluka dan tiga lainnya mengalami kritis dalam baku tembak. Insiden tersebut terjadi saat para anggota Brimob tersebut tengah menjemput rekannya yang sakit dan hendak dibawa ke kota. Korban tewas saat dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Abepura. Sedangkan korban luka masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Puncak Jaya. Tiada seorang anggota OPM pun yang diamankan. Mereka kabur ke tengah hutan belantara.sumber berita:Metrotvnews.com(RAS)
| 15-04-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
14 April 2009 8:05 WIB, Wamena: Sebanyak 43 narapidana dan tahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II-B di Wamena, Papua, Selasa (14/4) dini hari melarikan diri. Menurut Kepala LP Kelas II-B Wamena Geradus Masangin, petugas baru mengetahui peristiwa ini sekitar pukul 02.00 waktu setempat saat melakukan pengecekan. Petugas berhasil menangkap lima narapidana lainnya yang juga mencoba melarikan, menyusul puluhan narapidana yang lebih dulu kabur. Bahkan, saat akan ditangkap para narapidana ini sempat melakukan perlawanan. Geradus mengatakan, para narapidana dan tahanan yang melarikan diri berasal dari Blok C-3. Mereka berhasil kabur setelah membongkar rantai pengunci pintu dan kemudian melompati pagar dengan menggunakan lilitan kain. Dibantu aparat Polres Jayawijaya saat ini petugas LP sedang mengejar narapidana dan tahanan yang kabur.sumber berita: Metrotvnews.com(DOR)
| 15-04-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
13 April 2009 18:48 WIB, Jakarta: Kepolisian Daerah Papua menetapkan lima orang sebagai tersangka terkait kerusuhan dan teror bom yang terjadi di Distrik Abepura, Jayapura, Papua. Sementara, Dewan Adat Papua (DAP) memastikan, tindakan teror, tidak dilakukan oleh salah satu suku di Papua. Terkait teror ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah meminta Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menyelidikinya. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah teror terus terjadi di wilayah Papua. Terakhir terjadi tadi malam, sekitar pukul 19.00 WIT atau 21.00 WIB. Sebuah bom rakitan meledak di sebuah tempat pembakaran sampah, tidak jauh dari Markas Kepolisian Sektor Kota Abepura. Meskipun tidak ada korban, peristiwa ini sangat meresahkan masyarakat. Menanggapi sejumlah teror di Papua ini, Presiden SBY mengaku telah meminta BIN untuk menyelidiki mengapa itu bisa terjadi. Sementara, Mabes Polri menyatakan Polri telah menetapkan lima orang sebagai tersangka terkait dengan kerusuhan dan teror di Papia ini. Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Abubakar Nataprawira, kelima tersangka kini sedang diperiksa intensif di Mapolda Papua. Di tempat terpisah, Ketua Umum DAP Forkorus Yaboisembut mengimbau agar Masyarakat Adat Papua tenang dan tidak terpancing melakukan tindakan apapun. Ia juga memastikan, tindakan teror tidak dilakukan oleh salah satu suku di Papua. sumber berita:Metrotvnews.com,(DSY)
| 15-04-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
13-04-2009, Papua Paasviering in Nieuwegein, De Heer is waarlijk opgestaan ook voor de Papua's.
| 14-04-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
09 April 2009 3:08 WIB, Biak: Depo Pertamina Biak, Papua, Rabu (8/4), sekitar pukul 19.30 WIT, terbakar. Sarimi, bocah berusia empat tahun, tewas. Dua lainnya terluka bakar serius. Kini korban luka di RS TNI Angkatan Udara Biak. Api melumat habis satu tangki penampung yang berisi bahan bakar minyak 1.500 ton pada tangki 11. Sekitar 20 rumah warga di terdekat ikut hangus. Api berhasil dipadamkan pukul 24.00 WIT. Warga mengatakan kebakaran berawal dari api yang menyembur dari tangki. Tidak lama kemudian ada ledakan di sekitar tangki yang kemudian api membesar dari tangki dan merambah ke sejumlah rumah warga. Kepala Depot Pertamina Biak, Erfius Ransum angkat bicara. Dia mengatakan bahwa saat kebakaran baru selesai pengisian bahan bakar dari kapal tangker ke tangki sebanyak 1.500 ton.sumber berita:Metrotvnews.com (RAS)
| 11-04-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
09 April 2009 4:15 WIB, Papua Gedung Rektorat Universitas Cendrawasih di Wamena, Papua, Kamis (9/4) sekitar pukul 03.00 WIT, ludes dibakar orang tak dikenal. Pos penjagaan kampus juga tak luput dari aksi pembakaran. Sejauh ini belum dilaporkan adanya korban jiwa akibat insiden itu. Motif pembakaran pun belum terungkap. Polisi maupun petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mematikan api. Hingga kini suasana di kampus Uncen masih terasa mencekam. Sebelumnya, sejumlah wartawan yang hendak meliput sempat dikejar massa pelaku pembakaran. Mereka pun lari tunggang langgang. Kapolda Papua Brigadir Jenderal FX Bagus Eko Danto mengatakan ada upaya dari kelompok tertentu menggagalkan pemilihan umum. Tapi dia belum bisa menyimpulkannya terkait Organisasi Papua Merdeka. Beberapa jam menjelang pemungutan suara pemilihan umum, serangkaian peristiwa memang mewarnai Papua. Salah satunya penyerangan terhadap Kepolisian Sektor Abepura oleh puluhan warga. sumber berita: Metrotvnews.com(RAS)
| 11-04-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
10/04/2009 17:43 - Pemilu 2009, Kota Abepura Lengang , Sehari pascainsiden penyerangan Mapolsek Abepura, suasana lengang sangat terlihat di Kota Abepura. Kapolda Papua mengakui polisi kecolongan. sumber berita: liputan6 .com
| 10-04-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
09 April 2009 10:11 WIB, Abepura: Jajaran Kepolisian Sektor Abepura, Jayapura, Papua, menciduk 13 orang dalam penyisiran di kawasan Abepura. Penyisiran dilakukan setelah terjadi kontak senjata antara polisi dan sekelompok orang yang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kontak senjata terjadi menjelang pemungutan suara Kamis dini hari. Saat itu, sekelompok orang dengan senjata api menyerang Markas Polsek Abepura. Setelah kontak senjata, polisi kemudian menyisir ke beberapa kawasan. Dari penyisiran inilah, polisi menangkap 13 orang, yang diduga anggota OPM. Mereka sedang bersembunyi di rumah-rumah warga. Dua di antaranya adalah yang terkena tembakan saat penyerangan Polsek Abepura. Beberapa lainnya diciduk di asrama mahasiswa. Mereka semuanya diduga terlibat penyerangan Mapolsek Abepura. Dalam penggerebekan ini, seorang reporter televisi nyaris dibacok oleh salah satu anggota OPM. Beruntung, reporter itu bisa diselamatkan anggota Brigade Mobil. Kini, ke-13 orang anggota OPM itu ditahan di Markas Kepolisian Daerah Papua. Sementara perburuan terhadap anggota OPM lainnya masih terus dilakukan polisi beserta TNI.sumber berita:Metrotvnews.com(DSY)
| 09-04-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
09 April 2009 15:11 WIB, Kendari: Sebanyak 105 personel Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, hari ini, secara mendadak diberangkatkan ke Polda Papua. Mereka akan bertugas di bawah kendali operasi (BKO) Polda Papua untuk mengamankan jalannya pemilihan umum. Pasukan diberangkatkan dari Markas Brimob Polda Sultra dan diterbangkan sekitar pukul 12.00 WITA dengan menggunakan pesawat Lion Air. Menurut Kepala Polda Sultra Brigadir Jenderal Polisi Djoko Satrio, pasukan Brimob itu akan membantu pengamanan pasca-terjadinya konflik antara warga di Papua. Pengiriman dilakukan atas perintah Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri yang disampaikan sekitar pukul 09.00 WITA Kondisi Papua memang terbilang memanas menyusul terjadinya sejumlah peristiwa, seperti penyerbuan Markas Kepolisian Sektor Abepura dan pembakaran kampus Universitas Cendrawasih, Jayapura.sumber berita:Metrotvnews.com(DSY)
| 09-04-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
09 April 2009 0:10 WIB, Jayapura: Sehari jelang Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif teror terjadi di Jayapura, Papua. Sebuah bom meledak di jembatan Muara Tami yang menghubungkan Kota Jayapura dengan perbatasan RI-Papua Nugini, Rabu (8/4) sekitar pukul 01.30 WIT. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, jalur lalu lintas dari dan menuju Kota Jayapura dan perbatasan Papua Nugini ditutup. Bom diletakkan di bawah jembatan Muara Tami, sebelah barat Pos Batalyon Infanteri 725 Muara Tami. Mendengar bunyi ledakan, anggota TNI yang berada di sekitar lokasi, langsung menuju lokasi ledakan. Tak lama kemudian datang tim Gegana Kepolisian Daerah Papua. Saat menyisir lokasi ledakan, tim Gegana menemukan dua bom yang tidak sempat meledak. Mereka kemudian meledakkan satu bom yang diduga masih mengandung bahan peledak. Menurut Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal Polisi FX Bagus Ekodanto, hingga kini, polisi belum mengetahui jenis bom yang digunakan dan apa motif pelaku. sumber berita: Metrotvnews.com(BEY)
| 09-04-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
06 April 2009 19:09 WIB, Nabire: Bentrokan antara polisi dan sekelompak warga pendukung International Lawyers West Papua (ILWP) pecah di kawasan Pasar Karang Tumaritis, Nabire, Papua, Senin (6/4) siang. Seorang polisi terluka terkena panah dan beberapa polisi lainnya terkena lemparan batu. Bermula ketika polisi membubarkan paksa warga yang berorasi di Taman Gizi Nabire. Unjuk rasa tersebut telah berlangsung sejak Jumat hingga Senin pagi. Mereka mendukung peluncuran sebuah organisasi yang dinamakan International Lawyers West Papua (ILWP). Organisasi ini menuntut status politik di Papua. Massa yang dibubarkan paksa, lari ke Pasar Karang Tumaritis. Di sini terjadi aksi pelemparan yang dilakukan sekelompok warga dari Karang Barat ke warga yang berada di pasar. Aksi ini membuat pedagang dan warga di sekitar pasar, kabur menyelamatkan diri. Anggota polisi lalu lintas yang saat itu bertugas mengatur lalu lintas ikut dilempari batu. Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Nabire, Ajun Komisaris Polisi Murtadlo ikut menjadi korban. Anggota Pengendalian Massa (Dalmas) yang diturunkan ke lokasi keributan, disambut warga yang bersenjata panah dan batu. Akibatnya, seorang anggota Dalmas, Brigadir Polisi Dua Jejen Yusendi terluka. Ia terkena panah di bawah pusar. Korban terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Siriwini, Nabire. Untuk meredam aksi anarkis di Pasar Karang Tumaritis, polisi terpaksa melepaskan tembakan peringatan. Insiden ini juga sempat membuat Kota Nabire, lumpuh. Sejumlah pertokoan tutup. Pegawai perkantoran dan murid sekolah dipulangkan lebih awal untuk mengantisipasi bentrokan meluas. Hingga sore ini, aktivitas di Pasar Karang lumpuh total. Masyarakat di sekitar pasar memilih berdiam di rumah. sumber berita:Metrotvnews.com(BEY)
| 06-04-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
04 April 2009 1:10 WIB, Jayapura: Aparat Kepolisian Daerah Papua menahan 17 warga yang diduga anggota Gerakan Separatis Papua Merdeka di Markas Dewan Adat Papua di Jayapura, Papua. Polisi juga menyita dua pucuk senjata api, air soft gun beserta pelurunya serta puluhan senjata tajam, berupa alat-alat perang tradisional Papua dan puluhan bendera Bintang Kejora. Direktur Reserse Kriminal Polda Papua Komisaris Besar Polisi Bambang Rudi Pratiknyo menyatakan, penangkapan ini berkat informasi dari masyarakat tentang adanya rencana unjuk rasa besar-besaran pada 6 April 2009. Unjuk rasa ini bertepatan dengan pertemuan warga Papua di Amerika Serikat, yang membahas kemerdekaan Papua Barat. Selain itu, rencana unjuk rasa ini dimaksudkan untuk mengacaukan pelaksanaan Pemilu 2009. Dari 17 orang tersebut, beberapa di antaranya ditangkap di Pelabuhan Jayapura. Dua orang bernama Maco Tabuni dan Iyas Fernandes berasal dari Nusa Tenggara Timur. Dari dalam tas yang dibawa kedua orang ini terdapat dokumen pembentukan negara Papua Barat. Metrotvnews.com(DSY)
| 04-04-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
03 April 2009 10:11 WIB, Jayawijaya: Kegiatan doa bersama di Lapangan Sinapuk, Wamena, Jayawijaya, Papua, Jumat (3/4), harus dikawal ketat petugas kepolisian. Sebelumnya, acara doa bersama ini direncanakan akan digelar di halaman Kantor DPRD Kabupaten Jayawijaya. Namun pihak DPRD tidak mengizinkan acara tersebut digelar di halaman gedung Dewan. Bahkan, polisi sempat meminta agar doa dilakukan di Gereja Effata Wamena. Kapolres Jayawijaya, AKBP M.H Ritonga menilai acara doa bersama tersebut telah bernuansa provokatif. Bahkan terindikasi telah disusupi politik makar. Polisi mengkhawatirkan kegiatan doa bersama tersebut dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengganggu jalannya pemilu. Sejak beberapa hari terakhir ini, Polres Jayawijaya telah memberlakukan siaga satu guna mengamankan dan menyukseskan jalannya pemilu di Papua. sumber berita: Metrotvnews.com(FHD)
| 04-04-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
29 Maret 2009 17:11 WIB , Supiori: Anggota Polres Supiori Papua yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM), Bripda John Krey berhasil dibebaskan. Keberhasilan ini setelah Kapolres Persiapan Supiori bersama tim bernegoisasi melalui tokoh adat setempat. Penyanderaan ini berawal dari patroli polisi ke daerah Tamias, Distrik Okibori, Kabupaten Supiori, untuk mengecek laporan warga terkait pemaksaan latihan militer terhadap oleh kelompok OPM. Bripda John Krey yang berjalan mendahului rombongan, disandera di Markas OPM pimpinan Kabor Awom dan Anton Kafiar. Senjata api laras pendek jenis revolver milik John masih ditahan pihak penyandera. Kapolda Papua, Irjen F.X Bagus Ekodanto menyatakan, pihaknya masih melakukan langkah persuasif terkait penyanderaan ini. Khususnya untuk pengembalian senjata yang masih ditahan. Kini, situasi di Distrik Okibari, Kabupaten Supiori sendiri sudah kondusif. sumber berita :Metrotvnews.com (FHD)
| 29-03-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
29 Maret 2009 15:10 WIB, Supiori: Seorang anggota Kepolisian Resor Supiori, Papua, hingga saat ini masih disandera sekelompok orang tak dikenal. Pelaku diduga berasal dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) basis Biak Barat. Modus dan pelaku pasti, hingga saat ini belum diketahui. Ahad siang, 10 anggota Tim Detasemen Khusus 88 Aniteror Papua, tiba di Bandar Udara Frans Kaisipo Biak. Tim ini kemungkinan terkait dengan upaya pembebasan sandera. Menurut Kepala Badan Operasi Polres Supiori, Naharudin, penyanderaan terjadi Sabtu malam. Data korban dan pelaku sudah dikirimkan ke Kepolisian Daerah Papua. Sementara menurut Komandan Resor Militer (Danrem) 173 Biak Kolonel Harry Ramlan, kejadian berawal saat polisi melakukan patroli dan salah satu di antaranya diculik. Lokasi penyanderaan berada di Desa Urumboidori, Distrik Supiori Barat, Kabupaten Supiori, Papua. Lokasi ini berada 200 kilometer dari ibukota Kabupaten Biak, Numfor. Penyandera diduga anggota OPM basis Biak Barat. sumber berita : Metrotvnews.com(DSY
| 29-03-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
29 Maret 2009 2:03 WIB, Jayapura: Gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR) mengguncang Kota Jayapura, Papua, sekitar pukul 01.00 Waktu Indonesia Barat, Ahad (29/3). Titik gempa berada sekitar 114 kilometer barat daya Jayapura. Dari laporan kontributor Metro TV di Jayapura Ricardo Hutahean, kondisi kota Jayapura saat ini sudah kembali normal. Meski demikian, guncangan gempa yang cukup keras mengakibatkan warga Jayapura panik, dan berhamburan keluar rumah. Untuk menghindari adanya gempa susulan warga terpaksa tidur di ruang tamu. Beberapa orang warga masih berjaga-jaga di luar rumah, meski gempa susulan tidak terjadi. Hingga saat ini belum diketahui adanya kerusakan atau korban akibat gempa. sumber berita : Metrotvnews.com(RIZ)
| 29-03-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
24/03/2009 23:58, Jayapura: Tiga wartawan Televisi NRC asal Belanda diperiksa imigrasi Jayapura, Papua, Selasa (24/3), atas dugaan penyalahgunaan visa kunjungan untuk meliput demonstrasi simpatisan Organisasi Papua Merdeka atau OPM. Unjuk rasa semakin marak saat mengetahui ada wartawan asing yang meliput. Ketiga wartawan yakni Gabriela Babette, Peter Smith, dan Ronald Wigman, sebenarnya hanya diberi ijin mengikuti perjalanan tokoh OPM Nicholas Jouwe ke Jayapura. Tapi nyatanya, mereka malah meliput demonstrasi di Gedung DPR setempat. Nicholas sendiri telah meninggalkan Jayapura dan kembali ke Belanda pada Selasa siang, usai melakukan lawatan tiga hari. Demonstrasi digelar untuk menuntut pemisahan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tak heran, massa pendemo seperti mendapat suntikan tenaga baru ketika diliput. Hingga Selasa malam, pemeriksaan terus dilakukan. Belum diketahui apakah para wartawan yang rencananya akan kembali ke Belanda, Rabu mendatang, ini akan ditahan. sumber berita : liputan6.com(IKA/Rubai Kadir dan Riantonay)
| 25-03-09 |
|
 |
|
|
![24/03/2009 05:39, Jayapura: Nicholas Jouwe disambut tarian adat khas Kayupulao saat tiba di kampung halamannya di Distrik Jayapura Selatan, Jayapura, Papua, baru-baru ini. Sekalipun sudah 50 tahun meninggalkan kampung halaman, Nicholas yang kini bermukim di Belanda, ternyata masih dapat mengikuti irama gerak tarian. Pencetus dan tokoh Organisasi Papua Merdeka di luar negeri ini kemudian menyerahkan sumbangan sebesar Rp 100 juta untuk pembangunan rumah ibadah dan pemberdayaan kampung [baca: Hamka-Anthony Didakwa Terima Dana BI]. Sewaktu bertemu dengan Gubernur Papua Barnabas Suebu, Nicholas sangat terkesan dengan paparan soal Otonomi Khusus. Menurut dia, perjuangannya selama ini ternyata sudah dilaksanakan oleh Gubernur Barnabas Suebu. Ia pun berjanji akan menyosialisasikan keberhasilan Otonomi Khusus dalam menyejahterakan rakyat Papua ke luar negeri. sumber berita:(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)](getThumb.php?cid=AOw@W0S@w3uzzNoA3xVaa) bekijk
|
24/03/2009 05:39, Jayapura: Nicholas Jouwe disambut tarian adat khas Kayupulao saat tiba di kampung halamannya di Distrik Jayapura Selatan, Jayapura, Papua, baru-baru ini. Sekalipun sudah 50 tahun meninggalkan kampung halaman, Nicholas yang kini bermukim di Belanda, ternyata masih dapat mengikuti irama gerak tarian. Pencetus dan tokoh Organisasi Papua Merdeka di luar negeri ini kemudian menyerahkan sumbangan sebesar Rp 100 juta untuk pembangunan rumah ibadah dan pemberdayaan kampung [baca: Hamka-Anthony Didakwa Terima Dana BI]. Sewaktu bertemu dengan Gubernur Papua Barnabas Suebu, Nicholas sangat terkesan dengan paparan soal Otonomi Khusus. Menurut dia, perjuangannya selama ini ternyata sudah dilaksanakan oleh Gubernur Barnabas Suebu. Ia pun berjanji akan menyosialisasikan keberhasilan Otonomi Khusus dalam menyejahterakan rakyat Papua ke luar negeri. sumber berita:(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)
| 24-03-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
22/03/2009 18:01. Jayapura: Setelah meninggalkan Papua sejak tahun 1960, tokoh Organisasi Papua Merdeka, Nicholas Jouwe dapat pulang ke kampung halamannya, Ahad (22/3). Nicholas langsung mencium tanah saat menginjakkan kaki pertama kalinya di Papua. Hampir 50 tahun, Nicholas meninggalkan Papua lari ke Belanda dan menjadi warga negara di sana. Gubernur Papua Barnabas Suebu turut menyambut kedatangan Nicholas. Tak ada pengamanan khusus karena Kepolisian Daerah Papua menganggap ini adalah kunjungan biasa seperti halnya turis yang melakukan kunjungan ke Bumi Cenderawasih. Kepulangan tokoh OPM ini ini juga disambut dengan demonstrasi pro kemerdekaan.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV) . sumber berita: Liputan6.com
| 22-03-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
20/03/2009 17:50, Tokoh OPM Berunding dengan Pemerintah Tokoh OPM, Nicholas Jouwe, mengadakan pertemuan dengan pemerintah yang diwakili Menko Kesra Aburizal Bakrie. Kedatangan Nicholas juga disertai dengan 12 permintaan kepada Presiden Yudhoyono. sumber berita: liputan6.com
| 20-03-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
16 Maret 2009 23:02 WIB, Jayapura: Ribuan mahasiswa menutup Kampus Universitas Cendrawasih, Jayapura, Papua. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar di kampus tersebut terhenti. Aksi ini dilakukan untuk memperingati hari berdarah matinya demokrasi di Papua, 16 Maret 2006. Para mahasiswa kemudian bergerak dari Kampus Uncen menuju Kantor Hukum dan Hak Asasi Manusia Jayapura. Mahasiswa sempat memblokir jalan utama di depan kantor tersebut. Akibatnya, arus lalu lintas terganggu. Para mahasiswa berorasi meminta agar demokrasi dan HAM di Papua ditegakkan sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.(BEY). sumber berita:Metrotvnews.com
| 19-03-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
17/03/2009. Amsterdam. Mr. Nicolaas Jouwe Sr. and family are invited by the Indonesian Government to talk/ discuss. The invitation was delivered by the 2 traitors: Frans A. Joku & Nicolaas S. Messet. If Mr. Nicolaas Jouwe wants to discuss about his retiremnet or other family matters with the Indonesian president SBY, that is his right. He must not forget why he fled and left his people behind in 1962. The status of West Papua is not final!
| 18-03-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
15 Maret 2009 18:03 WIB, Papua: Jenazah Prajurit Satu TNI Syaiful Yusuf yang tewas dalam kontak tembak dengan kelompok bersenjata di Puncak Mulia, Puncak Jaya, Papua, tiba di Timika, Ahad (15/3). Rencananya jenazah Syaiful diterbangkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk kemudian dibawa ke kampung halamannya di Ambon. Upacara pelepasan jenazah anggota Batalyon Infanteri 754 Eme Neme Kangasi itu digelar di Hanggar Bandar Udara Mozes Kilangin, Timika. Upacara dipimpin Komandan Kodim 1710 Mimika Letnan Kolonel TNI Trie Suseno. Tampak pula orangtua korban. Wakil Komandan Batalyon 754 Eme Neme Kangasi Mayor TNI Rusdian Parma mengatakan, Syaiful gugur ketika mengejar kelompok bersenjata di Puncak Mulia. Pengejaran dilakukan karena pada malam sebelumnya pos TNI Gurage 2 Kali diserang kelompok bersenjata, sekitar pukul 20.00 WITA dan pukul 24.00 waktu setempat.(ICH) sumber berita: Metrotvnews.com,
| 15-03-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
28/02/2009 18:22, Jayapura Belasan Mobil dan Kios Dirusak Warga. Sekelompok warga Wamena merusak 13 mobil dan sejumlah kios di Pasar Youtefa, Jayapura, Papua. Amuk massa ini dipicu adanya isu seorang sopir tersangka pelaku tabrakan yang melarikan diri. sumber berita:liputan6.com
| 01-03-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
26 Februari 2009 5:05 WIB, Papua: Ratusan mahasiswa asal Pegunungan Tengah, Papua, kembali menuntut pembebasan Ketua Pejuang Kemerdekaan Papua Barat, Buchtar Tabuni. Tuntutan mereka tuangkan dalam bentuk unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Jayapura, Rabu (25/2). Mereka menilai, Buchtar sama sekali tak bersalah. Tuduhan kalau Ketua Pejuang Kemerdekaan Papua Barat itu bertindak makar tak mendasar. "Buchtar harus dibebaskan tanpa syarat," teriak sejumlah demonstran.(ICH) sumber berita : sumber berita : Metrotvnews.com
| 26-02-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
26 Februari 2009 17:10 WIB. Manokwari: Ratusan orang dari Dewan Adat Papua, Kamis (26/2), berunjuk rasa menuntut pembebasan Ketua Dewan Adat Papua Manokwari Barnabas Mandacan dan Ketua Komite Nasional Pemuda Papua Jhon Warijo. Tuntutan dilakukan dengan long march di Jalan Yos Sudarso, Manokwari. Mereka menentang tuduhan makar pada Barnabas Mandacan dan Jhon Warijo, terkait demo pada 1 Desember 2008. Orasi juga dilakukan massa saat berada di depan Hotel Swissbel Manokwari. Aksi ini sempat memacetkan lalu-lintas di Jalan Yos Sudarso hingga lebih dari dua kilometer.(DOR). sumber berita: Metrotvnews.com
| 26-02-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
25/02/2009 18:01.Papua: Sidang Kasus Makar di Jayapura Tegang. Sidang kedua terdakwa kasus makar, Buktar Tabuni di Jayapura, Papua, berlangsung tegang. Seratus pendukungnya sempat terlibat cekcok mulut dengan polisi saat memblokade jalan menuju ruang sidang. sumber berita:liputan6.com
| 26-02-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
20/02/2009 06:35. Persipura Kandaskan Persema 3-0 . Persipura Jayapura menang telak 3-0 atas Persema Malang dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Copa Indonesia di Stadion Mandala Jayapura, Papua. Persipura hanya selangkah lagi untuk maju ke babak berikutnya. sumber berita : liputan .com
| 22-02-09 |
|
 |
|
|
 bekijk
|
18 Februari 2009 15:04 WIB, Jayapura: Unjuk rasa mewarnai sidang perdana kasus makar dengan terdakwa Ketua Pejuang Kemerdekaan Papua Barat, Buchtar Rabuni, di Pengadilan Negeri Jayapura, Papua, Rabu (18/2). Demonstran menu | |